Wajar atau Kelainan

Fik/*/M-3
22/2/2015 00:00
Wajar atau Kelainan
(DOK. ARIEF N IFFANDY)
SAAT konser perdana di Indonesia yang digelar akhir bulan lalu, Michael Buble sempat jengah. Sebabnya, para penonton sibuk ber-selfie dan menonton dengan kamera.

"Apakah setiap negara Asia seperti ini?" kata peraih empat Piala Grammy itu kepada penonton di Serpong, Tangerang itu. Bagi penyanyi 39 tahun itu, penonton yang sibuk dengan gawai tidak benar-benar menikmati musik. "Mari kita menikmati konser ini bersama," tambahnya kemudian dengan serius.

Jika Buble kesal, sosiolog Universitas Indonesia Ricardi Adnan menilai hobi selfie ialah perilaku wajar, termasuk dengan tujuan mendapatkan banyak like.

Menurutnya, selfie hanyalah bentuk lain dari kesukaan orang untuk pamer. Nantinya perilaku ini akan berganti dengan tren lain seiring perkembangan zaman.

"Saya pikir tren ini bagian dari masanya. Kalau dulu orang pamer dengan bicara, misal tentang baju, tas, dan perhiasan baru," tuturnya.

Penilaian wajar juga diutarakan Direktur Media Psychology Research Center Dr Pamela Rutledge. Selfie sangat menarik karena memungkinkan orang menjadi sutradara, aktor, dan kurator bagi ceritanya sendiri.

Kepada Time.com, Rutledge menilai selfie yang dilakukan oleh remaja dan anak-anak kebanyakan hanyalah refleksi eksplorasi diri. Meski begitu, orangtua harus memberi bimbingan soal batasan selfie.

Namun, psikolog dari Santa Cruz, Amerika Serikat, Lucie Hemmen, menilai kebiasaan selfie dapat mencerminkan kondisi psikologis seseorang. Orang dengan kondisi psikologis matang cenderung tidak sering ber-selfie. Kalaupun iya, selfie dilakukan dengan spontan dan tanpa banyak diedit.

Sebaliknya orang yang memiliki permasalahan psikologis cenderung lebih sering melakukan selfie. Mereka pun menjadi kecanduan dengan selfie dan komentar orang lain terhadap foto itu.

Selain menjadi alarm psikologis, ketagihan selfie sesungguhnya alarm hubungan sosial. Sebuah studi di Inggris yang dilansir Daily News, mengungkapkan bahwa hobi selfie bisa membuat hubungan pertemanan dan keluarga menjadi longgar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya