ARIEF N Iffandy sekilas seperti anak muda biasa. Namun, hobinya bisa membuat orang terbelalak.
Di waktu senggang, tempat 'bermain' Arief ialah puncak gedung tinggi atau pucuk menara crane di Jakarta. Tepat di tepian yang sering hanya selebar telapak kaki itu, ia berfoto.
Di akun Instagram-nya @arieffandy, selain foto pemandangan, banyak pula foto diri. Meski keselamatannya di ujung tanduk, tidak ada takut terpancar di wajahnya.
Di puncak crane setinggi 300 meter, Arief tersenyum lebar sembari memegang tongsis. Soal selfie, Arief mengaku sebenarnya bukan tujuan utama. "Intinya ambil gambar kota dari sudut yang belum diambil orang, soal selfie sebenarnya hanya sebagian kecil dari gaya fotografi . Saya hanya sebagian dari tren itu," tuturnya kepada Media Indonesia, Kamis (19/2) di Sarinah, Jakarta.
Namun, Arief yang berfoto setidaknya seminggu sekali, juga senang dengan banyak yang merespons. Pada sebuah foto, pria dengan lebih dari 23 ribu followers dan kini kebanjiran tawaran wawancara ini mengaku niat selfie-nya setinggi langit karena rela membawa tablet cukup besar dan tongsis.
Di Bandung, banyak pula anak muda ber-selfie di tepian tebing yang tinggi. Meski tidak mengundi nyawa, Avelia Mulia juga tergila-gila selfie. Minimal tiga kalisebulan mahasiswi ini pergi ke pameran seni atau kafe unik demi selfie yang tidak jarang memakan waktu hingga 4 jam. Hasilnya, ia unggah ke Instagram.
Selfie memang bukan baru, tapi kegilaan orang akan bentuk foto ini tidak juga surut. Selfie membentuk dunia tersendiri yang kadang menuntut risiko, waktu, tapi juga membuka peluang baru.