Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN penelitian, insomnia lebih sering dialami perempuan dibandingkan laki-laki, terutama setelah usia tertentu akibat perubahan hormonal setelah menopause.
Kurang tidur dapat menyebabkan masalah kesehatan mental dan fisik seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, depresi, dan gangguan mood.
Penelitian menunjukkan perempuan membutuhkan lebih banyak waktu tidur dibandingkan laki-laki untuk menjaga kesehatannya. Sebaliknya, banyak perempuan yang gagal mendapatkan jam tidur yang cukup di zaman modern karena tuntutan yang semakin meningkat di rumah dan tempat kerja.
Baca juga : Kurang Tidur Sebabkan Masalah Imunitas Hingga Hilang Konsentrasi
Konsultan THT dan Spesialis Gangguan Tidur, Ruby Hall Clinic Pune Murarji Ghadge kepada Hindustan Times, dikutip Kamis (11/4), mengatakan umumnya, perempuan muda disarankan tidur 7-9 jam setiap malam. Namun, penting untuk menyadari kebutuhan tidur setiap individu dapat bervariasi karena berbagai faktor.
1. Pertahankan jadwal tidur yang konsisten
Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Ini akan membantu mengatur jam internal tubuh Anda dan meningkatkan kualitas tidur.
Baca juga : Punya Mata Panda? Begini Cara Mengatasinya
2. Tetapkan rutinitas waktu tidur yang menenangkan
Lakukan aktivitas yang menenangkan seperti membaca, mandi air hangat, atau berlatih meditasi, untuk memberi sinyal pada tubuh Anda bahwa sudah waktunya untuk bersantai.
3. Batasi kafein dan barang elektronik
Baca juga : Susah Bangun Pagi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Hindari konsumsi kafein dan penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur karena dapat menyebabkan gangguan tidur.
4. Kelola stres dan kecemasan
Latih teknik pengurangan stres seperti pernapasan dalam, meditasi kesadaran, atau mandi air hangat untuk membantu Anda rileks sebelum tidur.
5. Pastikan lingkungan tidur yang nyaman
Optimalkan lingkungan tidur Anda dengan menggunakan tempat tidur yang nyaman, mengatur suhu ruangan sesuai keinginan Anda, dan meminimalkan kebisingan dan cahaya untuk meningkatkan kualitas tidur. (Ant/Z-1)
Tubuh manusia membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan energi. Jika waktu tidur kurang atau tidak nyenyak, maka tubuh tidak bisa berfungsi dengan optimal.
5 kebiasaan sehari-hari seperti kurang tidur hingga pola makan buruk diam-diam merusak otak dan meningkatkan risiko demensia, menurut studi ilmiah terbaru.
Ketika waktu tidur berkurang, tubuh secara alami akan mencari kompensasi energi dari sumber lain, salah satunya melalui makanan.
Kurang tidur adalah kondisi tubuh tidak mendapat istirahat yang cukup, dan jika dibiarkan bisa berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental.
Ketahui fenomena sleep banking untuk meningkatkan fokus dan performa atletik. Apakah benar tidur bisa ditabung layaknya uang di bank? Simak penjelasannya.
Berikut 12 makanan yang dapat membantu meredakan sakit kepala secara alami, yang umumnya direkomendasikan dokter dan ahli gizi karena kandungan nutrisinya
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
PT IWIP mendobrak stigma gender di industri pertambangan melalui pelatihan operator alat berat dan lingkungan kerja inklusif bagi perempuan di Maluku Utara.
Dokter spesialis ingatkan pentingnya pap smear meski sudah vaksin HPV. Simak data kasus kanker serviks di Indonesia dan program skrining gratis Kemenkes.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Psikiater dr. Elvine Gunawan menjelaskan bagaimana pola asuh kritikal memicu self-stigma dan membuat perempuan sulit terbuka saat menghadapi masalah.
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved