Negara Harus Siap Hadapi Bonus Demografi

Melati Yuniasari Fauziyah
23/8/2016 06:23
Negara Harus Siap Hadapi Bonus Demografi
(ANTARA/Puspa Perwitasari)

HASIL kajian demografi dan perhitungan proyeksi penduduk memperkirakan Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2020-2030. Bonus demografi ditandai meningkatnya proporsi penduduk usia kerja. Hal itu tentunya menguntungkan negara secara ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Berdasarkan estimasi para ahli, porsi penduduk usia produktif atau usia kerja 15-64 tahun pada 2020-2030 mencapai sekitar 70% dari total populasi. Dengan begitu, beban tanggungan penduduk berusia produktif menurun atau menjadi rendah, yakni 0,4-0,5. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif hanya menanggung 40-50 penduduk nonproduktif.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty mengungkapkan, dalam menghadapi bonus demografi tersebut, ada beberapa hal yang perlu menjadi fokus utama.

"Melalui program KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga), perlu berfokus pada kualitas dan kuantitas penduduk yang harus dikendalikan serta mobilitas penduduk yang harus diarahkan," ungkapnya dalam seminar nasional Investasi pada Remaja Perempuan Pendewasaan Usia Perkawinan Pendidikan Seksual dan Kesehatan Reproduksi Remaja di Jakarta, kemarin (Senin, 22/8).

Ada pun KKBPK dalam pengendalian kuantitas ialah melalui penundaan kelahiran dan pernikahan dini. Sementara itu, pengendalian kualitas dilakukan dengan memperhatikan jarak kelahiran anak. Ia mengungkapkan bahwa jarak kelahiran anak secara ideal ialah minimal 3-5 tahun.

Namun menurutnya, yang tidak kalah penting guna meningkatkan kualitas bangsa ialah melalui karakter yang mengutamakan integritas, etos kerja, dan gotong royong serta kompetensi masyarakat. "Nusantara jaya ketika bonus demografi dapat dibangun karakternya," imbuhnya.

305 juta
Pada kesempatan yang sama, Deputi Kementerian PPN/Bappenas Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Subandi Sardjoko memaparkan laju penduduk diproyeksikan terus menurun, tetapi jumlah penduduk Indonesia diperkirakan terus meningkat.

Angka tersebut diperkirakan mencapai 305 juta penduduk, dengan jumlah remaja usia 10-19 tahun sebanyak 44-45 juta terhadap total penduduk. "Pada 2026 mencapai 50 juta, jika dibagi dengan 305 juta jadi satu perenamnya ialah bonus demografi," papar Subandi.

Pada 2030, jumlah usia produktif antara 15-59 tahun diperkirakan meningkat dari tahun sebelumnya. Menurutnya, hal itu dapat menjadikan Indonesia lebih makmur apabila sumber daya manusia (SDM) baik dari sisi kesehatan maupun daya saing dipersiapkan dengan baik.

Pasalnya, apabila tidak mampu menghadapi kehadiran bonus demografi akan terjadi ledakan penganggur usia produktif yang akan memicu berbagai persoalan, seperti kriminalitas, peningkatan beban pemerintah, disparitas pendapatan yang cukup tajam antara yang terampil dan tidak terampil.

Karena itu, penyiapan SDM yang mampu bersaing secara global atau mampu menciptakan lapangan pekerjaan dinilai sebagai persyaratan utama.

Dengan begitu, dibutuhkan peningkatan mutu modal dengan mempertahankan struktur umur penduduk, peningkatan kesehatan, pendidikan dan iptek, pendidikan berkualitas dan setara untuk perempuan.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya