Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERANG Diponegoro atau Perang Jawa dimulai tahun 1825 sampai 1830. Perang tersebut lebih dikenal dengan nama Perang Diponegoro, karena tokoh utamanya merupakan Pangeran Diponegoro dari Jawa Tengah.
Penyebab Perang Diponegoro adalah ketidaksenangan Pangeran Diponegoro terhadap campur tangan Belanda dalam urusan kerajaannya. Pengaruh Belanda terhadap keraton semakin menguat ketika istana sedang labil, karena Sultan HB IV masih kecil. Inilah yang menjadi awal perlawanan Raden Mas Antawirya, yang juga dikenal sebagai Pangeran Diponegoro, terhadap Belanda.
Pangeran Diponegoro memiliki beberapa alasan untuk melawan, di antaranya:
Baca juga: Kamis 20 Juli 2023, 12:58 WIB Bom Sisa Perang Dunia II Berhasil Dijinakkan di Kepulauan Nauru
Perang itu dimulai pada 20 Juli 1825. Pangeran Diponegoro dan para pengikutnya memutuskan menerapkan strategi gerilya untuk melawan pasukan Belanda yang lebih unggul dalam jumlah prajurit dan persenjataan.
Baca juga: Sejarah 1 Muharam, Prakarsa Khalifah Umar bin Khattab hingga Peran Usman dan Ali
Selain Pangeran Diponegoro, tokoh-tokoh seperti Kyai Mojo dan Alibasah Sentot Prawirodirjo juga terlibat dalam perang ini. Sementara pasukan Belanda dipimpin Jenderal Hendrik Merkus de Kock.
Setelah pertempuran yang panjang dan melelahkan, pada 28 Maret 1830, diadakan perundingan antara Pangeran Diponegoro dan Jenderal De Kock di Magelang, Jawa Tengah. Namun, perundingan ini hanya taktik licik Belanda menangkap Pangeran Diponegoro yang tak bersenjata dan kemudian ditahan. Penangkapan Pangeran Diponegoro mengakhiri Perang Diponegoro yang telah berlangsung selama 5 tahun.
Pangeran Diponegoro diasingkan ke Manado, lalu dipindahkan ke Makassar, dan akhirnya wafat pada 8 Januari 1855. Perang Diponegoro diperkirakan menelan sekitar 200 ribu korban jiwa, termasuk 7.000 orang pribumi dan 8.000 orang pasukan Belanda. Perang ini menjadikannya salah satu pertempuran terbesar yang dialami Belanda selama penjajahannya di Indonesia.
Bagi pemerintahan Hindia Belanda, Perang Diponegoro menjadi perang yang sangat melelahkan. Pasalnya memakan banyak sumber daya, termasuk pasukan dan pendanaan, yang menyebabkan pemerintah kolonial mengalami krisis keuangan. (Z-3)
Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung bukan sekadar nostalgia sejarah. Menurutnya, semangat tersebut merupakan agenda nyata yang tetap relevan untuk menjawab krisis global
Belanda mengembalikan tiga benda bersejarah kepada Indonesia. Ketiganya meliputi arca Dewa Siwa abad ke-13, batu berprasasti yang dikenal sebagai Prasasti Damalung, serta mushaf Al-Qur’an
PERAYAAN Imlek kini tidak lagi sembunyi-sembunyi. Imlek bahkan sudah menjadi bagian dari perayaan hari besar dan tradisi budaya masyarakat Indonesia yang multipluralis.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Kegiatan ziarah dan doa bersama di makam Husen Mutahar menjadi momen penting bagi keluarga besar Pramuka UNJ untuk memperkuat langkah pengusulan gelar Pahlawan Nasional.
A. Yudha Permana, cucu M.J Soeoed berkeinginan untuk mengangkat tokoh nasional ini ke permukaan agar dikenal secara nasional.
PEMERINTAH Kota Semarang terus mendorong pengukuhan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional.
Gelar Pahlawan Nasional yang diterima kedua tokoh tersebut merupakan kebanggaan sekaligus pengingat bagi generasi muda untuk terus meneladani perjuangan mereka.
Bahlil Lahadalia menilai Soeharto layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Ia berharap pihak yang menolak dapat menerima keputusan pemberian gelar tersebut.
Keputusan Presiden Nomor 116/TK Tahun 2025 menetapkan dan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional Bidang Perjuangan Bersenjata kepada Tuan Rondahaim Saragih pada 10 November 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved