Mutu PTS tidak Kalah Saing

Wibowo
01/8/2016 11:11
Mutu PTS tidak Kalah Saing
(Ilustrasi--THINKSTOCK)

PANDANGAN bahwa lulusan perguruan tinggi negeri (PTN) lebih unggul ketimbang perguruan tinggi swasta (PTS) tidaklah selalu benar. Kini pandangan itu berubah. Terlebih berbagai prestasi dan penghargaan juga ditorehkan sejumlah PTS.

Bukan hanya itu, terbukti dengan sejumlah PTS yang mampu mendapatkan akreditasi A, termasuk pula sejumlah program studi di universitas itu dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Menurut juru bicara Universitas Gunadarma Budi Hermana, prestasi yang didapatkan oleh universitas swasta menunjukkan bahwa PTS-PTS semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan sudah mampu bersaing dengan universitas negeri.

Selain akreditasi yang jadi indikator di perguruan tinggi, kata Budi, kualitas universitas juga diukur antara lain dari kemampuan akademik lulusan dan kemampuan tambahan mereka setelah menyelesaikan pendidikan di PTS.

Menurut Budi, lulusan PTS pun memiliki daya saing dengan mereka yang menuntaskan pendidikan di PTN sehingga terbentuk persepsi oleh publik bahwa kemampuan kedua universitas tersebut tak jauh berbeda.

"Sebagian masyarakat sudah banyak yang bisa menilai. Tidak ada yang berbeda jauh antara lulusan PTN dan PTS. Bahkan ada contoh kasus yang menarik, yakni ada lulusan PTS yang lebih mudah bekerja pada sebuah perusahaan ketimbang lulusan PTN,'' jelas dia.

Budi menuturkan hal tersebut tak lepas karena bekal kompetensi yang diberikan oleh PTS kepada mahasiswa mereka ketika di bangku kuliah. Bekal kompetensi yang diberikan biasanya disesuaikan dengan program studi dan kebutuhan industri.

"Misalnya, saat ini dengan perkembangan teknologi informasi yang kian maju, kebutuhan lulusan dengan skill menguasai teknologi informasi di beberapa perusahaan sangat dibutuhkan,'' kata Budi.

Selanjutnya, tinggal tergantung pada universitas swasta tersebut agar melengkapinya dengan ketersediaan fakultas. ''Adanya kombinasi bekal kompetensi dan ketersediaan fasilitas di PTS itu yang kemudian mampu melahirkan alumni PTS yang dapat diterima instansi atau pasar tenaga kerja mana pun,'' terang Budi.

Budi mencontohkan kiprah Universitas Gunadarma yang mampu menunjukkan perkembangan, baik dari sistem, fasilitas, maupun tenaga pendidik yang ditawarkan kepada mahasiswa dengan menyesuaikan perubahan, baik skala regional maupun internasional.

"Jadi, calon mahasiswa tetap harus mempertimbangkan secara matang dalam menentukan PTS yang mereka pilih pada jangka waktu tertentu, dan jangan takut, bahwa mutu PTS tak selalu di bawah PTN,'' pungkas Budi.

Seleksi ketat
Sependapat dengan pandangan Budi, pengamat pendidikan Mohammad Abduh Zen menuturkan sekarang ini mutu universitas swasta pun mampu bersaing dengan mutu universitas negeri.

Pasalnya, ada beberapa PTS yang tidak asal menerima mahasiswa. Mereka seperti halnya universitas negeri juga menerapkan metode seleksi dalam menerima calon mahasiswa. Metode seleksi dilakukan ketat seperti nilai rapor dan kemampuan bahasa Inggris.

Sistem itu menunjukkan bahwa sebenarnya PTS juga mementingkan kualitas calon mahasiswa mereka, dan harapannya mampu menyesuaikan diri dengan metode pembelajaran di PTS yang memang juga berkualitas.

Dia mencontohkan kualitas Universitas Trisakti, Universitas Atmajaya, Universitas Pelita Harapan, dan Universitas Pancasila yang menerapkan seleksi ketat dalam menerima calon mahasiswa mereka.

"Dari situ, harapannya kelak mahasiswa mereka mampu bersaing dengan mahasiswa PTN,'' tukas Zen.

Rektor Universitas Pancasila Wahono Sumaryono sependapat bahwa penerimaan calon mahasiswa juga perlu dipertimbangkan sehingga menghasilkan input yang bagus dalam pembelajaran di perkuliahan.

Kendati demikian, PTS harus bisa mengolah bahan 'input' yang bagus itu sedemikian rupa. Ia menilai banyak PTS yang melakukan hal itu sehingga lulusan mereka mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Wahono mencontohkan Universitas Pancasila yang menjalankan itu melalui bekerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, mendatangkan dosen tamu dari luar negeri, meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris kepada mahasiswa mereka sebagai persyaratan skripsi, dan pertukaran mahasiswa dengan perguruan tinggi luar negeri.

Selain itu, juga ada pendidikan karakter dari dosen kepada mahasiswa dan mengundang tokoh-tokoh nasional untuk memberikan kuliah umum dan lainnya.

"Imbasnya kompetensi daya saing lulusan kami peluang kerjanya sangat baik dan tidak kalah dengan lulusan PTN. Rata-rata waktu tunggu para lulusan kami untuk mendapatkan pekerjaan 3-6 bulan,'' pungkas Wahono. (S-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya