Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAK semu harian adalah fenomena bergeraknya benda-benda langit (termasuk matahari dan bintang-bintang) dari timur ke barat, saat tampak dari bumi.
Contohnya matahari yang terbit di timur di pagi hari, lalu tampak bergerak ke barat hingga terbenam saat senja. Benda-benda langit tersebut tampak bergerak akibat rotasi bumi atau berputarnya bumi pada porosnya. Adapun akibat dari geraknya semu matahari itu, berikut penjelasannya.
Baca juga: Tianlin, Teleskop UV Optik Pemburu Planet Mirip Bumi di Luar Tata Surya
Menurut pergerakan semu harian dan tahunan matahari yang telah disebutkan di atas, maka ada beberapa akibat gerak semu matahari yang dapat dirasakan di planet Bumi. Akibat tersebut meliputi sebagai berikut ini:
Baca juga: Tabir Surya dan Vitamin E Bantu Lindungi Kulit dari Cuaca Panas
Pergerakan semu tahunan matahari menyebabkan adanya perbedaan frekuensi penyinaran matahari di beberapa bagian di permukaan bumi. Dalam revolusi bumi, yang memakan waktu selama satu tahun, daerah bagian Utara akan mengalami intensitas penyinaran yang lebih lama selama enam bulan dibandingkan wilayah bagian Selatan di bumi.
Serta, sisa enam bulan kemudian, wilayah bagian Selatan di bumi akan memperoleh intensitas penyinaran yang lebih lama dari pada wilayah di bagian Utara di bumi.
Pada saat matahari di sebelah utara garis khatulistiwa, maka bumi belahan Utara akan mengalami musim semi dan panas, dan bumi belahan Selatan akan mengalami musim gugur dan dingin. Sebaliknya, saat matahari berada di sebelah selatan garis khatulistiwa, bumi belahan Selatan akan mengalami musim panas dan semi, dan bumi belahan Utara akan mengalami musim gugur dan dingin.
Akibat lainnya adalah posisi matahari di bumi seolah-olah berada di bagian Timur pada saat terbit dan berada di bagian Barat pada waktu tenggelam. Hal ini disebabkan karena rotasi bumi.
Pergerakan semu yang dilakukan matahari karena rotasi bumi ini menyebabkan adanya perbedaan waktu siang dan malam di seluruh wilayah di bumi sehingga menyebabkan adanya perbedaan waktu juga antara satu lokasi dan lokasi lain di bumi dari arah Timur hingga ke arah Barat.
Dari pemaparan di atas maka dapat disimpulkan gerak semu matahari ini sebenarnya bukanlah gerak sebenarnya yang dilakukan matahari. Gerak semu itu merupakan hasil rotasi dan revolusi bumi. Dari gerakan semu harian dan tahunan ini maka di permukaan bumi terjadi beberapa perubahan yang dapat dirasakan oleh penduduk bumi. (Z-3)
Lebih dari empat dekade sejak introduksi serangga penyerbuk pertama pada 1982, industri kelapa sawit Indonesia kembali memasuki babak baru melalui penguatan inovasi berbasis sains.
Jelajahi lorong waktu "From Past to Fast" di COMPASS 3.0. Simak wujud nyata inovasi teknologi Kurikulum Merdeka
Komet bernama 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak dilaporkan mengalami perlambatan rotasi ekstrem hingga diduga berhenti total, sebelum akhirnya berbalik arah setelah mendekati Matahari.
Ilmuwan berhasil menyempurnakan metode penentuan usia permukaan Bulan dengan menggabungkan data sampel Chang’e-6.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Studi terbaru mengungkap makalah ilmiah karya perempuan membutuhkan waktu lebih lama untuk terbit dibanding laki-laki.
Kedua letusan tersebut berasal dari wilayah bintik matahari aktif AR4419 yang berada di tepi barat Matahari. Suar pertama mencapai puncaknya pada 23 April pukul 21.07 EDT (24 April 01.07 GMT)
Menurut NASA, komet merupakan benda langit yang tersusun dari es, debu, dan batuan yang dapat menghasilkan ekor terang saat mendekati Matahari akibat pemanasan intens.
Bayangkan jika Matahari tiba-tiba hilang. Dari kegelapan total dalam 8 menit hingga Bumi yang membeku, inilah skenario ilmiah kiamat tanpa sang surya.
Simak skenario sains jika Matahari menghilang. Dari kegelapan dalam 8 menit hingga pembekuan total Bumi dan nasib akhir umat manusia.
Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh narasi viral mengenai ide "membungkus Matahari".
Menurut laporan NASA, cahaya matahari membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk mencapai bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved