Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI saat mulai banyak konser berskala besar diselenggarakan di Indonesia, epidemiolog Universitas Andalas Padang Defriman Djafri mengatakan pemerintah dan penyelenggara tetap perlu mempertimbangkan keamanan kesehatan masyarakat ketika ingin menggelar konser.
"Saya kira kita tidak perlu paranoid dan juga takut. Tentu protokol yang sama ini sudah dijalankan, ketika kita bisa mengestimasi potensi itu besar atau tidak terjadinya penularan dengan kasus-kasus yang sekarang ini, nah penyelenggara dan pemerintah harus mempertimbangkan itu," kata Defri, dikutip Rabu (17/5).
Kendati demikian, Defri menjelaskan, saat ini, memang belum ada varian virus korona baru yang muncul dan situasi pun cukup stabil. Sehingga, kondisi saat ini cukup aman untuk mengadakan acara-acara yang berkerumun seperti konser atau festival.
Baca juga: Akan Tampil di Konser Ari Lasso, Mulan Jameela Siapkan Penampilan Istimewa
Akan tetapi, Defri tetap mengimbau agar masyarakat tetap cerdas dan mampu menjaga diri sendiri dengan baik. Sebab, berkerumun atau menghadiri kegiatan yang ramai tetap berisiko terjadi penularan penyakit.
"Kalau kita belum menemukan varian baru dan saat ini kondisi stabil juga perawatan tidak ada masalah di kapasitas kesehatan di rumah sakit, saya kira memang kondisi sudah aman sekarang," ujar Defri.
"Tapi bagaimana pun, imbauan ketika kita berkerumun atau kegiatan yang berisiko terjadi penularan. Ditambah yang hadir adalah mungkin ada juga yang berisiko tinggi, ya yang paling aman itu adalah tetap menggunakan masker di dalam setiap aktivitas ketika potensi itu lebih besar," sambungnya.
Baca juga: Rayakan 45 Tahun Karier di Musik, Fariz RM akan Gelar Konser
Lebih lanjut, dia juga menganjurkan agar masyarakat tetap mendapatkan vaksin booster meskipun kini WHO (World Health Organisation) telah mengumumkan status darurat pandemi covid-19 telah berakhir.
Hal itu agar kondisi tubuh pun akan lebih terlindungi dan aman dari penyakit.
"Satu lagi saya mengimbau juga, jika vaksin masih tersedia gratis, baik yang belum booster atau nanti booster kedua saya kira perlu mendapatkan itu. Saya yakin jika nanti ada ancaman baru, yang selama ini mungkin yang baru booster ke-2 adalah mungkin para petugas kesehatan, bisa saja masyarakat umum juga wajib," pungkas Defri. (Ant/Z-1)
Penyanyi Fadhilah Intan sukses menggelar konser intim Seraya 2.0 di Surabaya, menggandeng musisi Malaysia Daniesh Suffian dan String Orchestra of Surabaya.
Big Bang resmi mengumumkan tur dunia peringatan 20 tahun dan album baru saat tampil di Coachella 2026. Simak jadwal dan daftar lagu hits yang dibawakan.
Sheila On 7 dipastikan tampil di POLIPONI Bali pada 4 Juli 2026. Mengusung konsep "Si Paling Konser", ajang ini tawarkan pengalaman musik berkualitas di Gianyar.
Konser Badai Pasti Berlalu Live in Concert akan digelar 25 April 2026 di Balai Sarbini. Simak harga tiket dan daftar musisi yang terlibat di sini.
Shakira Jasmine sukses menutup rangkaian Asia Tour 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Konser final ini menghadirkan Ismail Izzani dan merayakan album terbaru KIRA.
Promotor Color Asia Live umumkan penyesuaian jadwal konser F-FOREVER di Jakarta menjadi 29-30 Mei 2026. Simak harga tiket dan cara belinya di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved