Mengubah Nasib dari Sawit ke Buah

Putri Rosmalia/H-1
18/7/2016 06:41
Mengubah Nasib dari Sawit ke Buah
(Dok. APP)

DAHSYATNYA kebakaran hutan dan lahan pada 2015 menyisakan ingatan pahit bagi banyak warga di Siak, Riau.

Keinginan akan hidup yang lebih bersabahat dengan alam pun mulai mereka sadari.

"Saya pulang kampung ke Medan waktu kebakaran besar itu. Sudah tidak tahu lagi apa yang mau dikerjakan waktu itu," ungkap Jumiin, 66, warga Desa Muara Bungkal, Siak, Riau, kemarin.

Jumiin, seperti mayoritas warga lainnya, dulu sangat bergantung pada hasil kebun kelapa sawit.

Kini ada upaya lain yang dia rintis.

Seperti Suryono yang kini sudah bercocok tanam padi dan buah-buahan.

"Harga buah dan padi bila dikelola dengan baik jauh melebihi harga sawit yang kerap fluktuatif," ujarnya.

Kepala Desa Muara Bungkal, Siak, Asril Amran menambahkan, sudah muncul kesadaran dari warganya untuk melakukan alternatif kegiatan ekonomi.

"Kami sadar sawit selain tidak berdampak baik pada lingkungan, hasil yang kami dapat juga tidak seberapa," ungkapnya.

Asril menjelaskan, satu per satu warganya yang berjumlah 218 kepala keluarga mulai beralih menanam padi serta beberapa jenis tumbuhan hortikultura.

"Hanya selama ini kami mengalami beberapa kendala dari bibit hingga ketaktahuan bercocok tanam," ujarnya.

Berbagai hal terus diupayakan warga untuk dapat mencapai perubahan tersebut. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam kelompok Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

Berbagai bantuan pelatihan pengembangan lahan pertanian, perkebunan hortikultura, pemberdayaan ekonomi, hingga langkah-langkah antisipasi dan penanggulangan karhutla menjadi hal yang didapat dari keikutsertaan dalam program yang dibentuk Sinarmas itu.

"Saat ini memang belum bisa dihitung keuntungannya dari segi materi, tapi kami optimistis hasilnya akan lebih baik," tutur Asril.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya