Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLUSI udara, untuk pertama kalinya, dituding sebagai salah satu penyebab utama kematian dan cacat yang disebabkan stroke, terutama di negara berkembang. Hal itu terungkap dalam penelitian yang dirilis Jumat (10/6).
Polusi udara, baik di dalam ruangan yang disebabkan penggunaan kayu bakar atau di luar ruangan dari asap kendaraan bermotor, disebut berada di 10 besar penyebab stroke selain risiko lain seperti merokok, tekanan darah tinggi, dan obesitas.
Sebuah tim peneliti internasional menganalisa data dari hasil penelitian lainnya serta data statistik untuk membuat sebuah model matematika yang memperkirakan risiko stroke di 188 negara antara 1990 dan 2013.
"Penelitian kami menemukan bukti kuat bahwa sebagian besar kasus stroke terjadi karena pencemaran udara, khususnya di negara berkembang," ujar salah satu penulis penelitian itu Valery Feigin dari Auckland University of Technology, Selandia Baru.
Para peneliti mengatakan penelitian mereka merupakan penelitian pertama yang menghitung beban stroke dunia terkait hilangnya jumlah tahun manusia setelah mereka sakit, cacat, atau sekarat akibat stroke.
Sekitar 15 juta orang di dunia mengalami stroke stiap tahunnya, dengan hampir 6 juta di antara mereka meninggal dunia dan 5 juta lainnya menjadi cacat, termasuk kehilangan kemampuan berbicara dan lumpuh.
Secara global 10 besar risiko stroke terdiri dari tekanan darah tinggi, diet rendah buah, kelebihan berat badan, mengonsumsi terlalu banyak garam, merokok, dan kurang mengonsumsi sayuran.
Polusi udara menduduki posisi ketujuh sementara polusi rumah tangga berada di peringkat delapan.
Diet rendah padi-padian (grain) dan gula darah tinggi melengkapi 10 besar. (AFP/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved