Selamat Tinggal Bau Naga

Din/S-25
15/6/2015 00:00
Selamat Tinggal Bau Naga
(THINKSTOCK)
PADA saat puasa, kita sering menghadapi masalah pada rongga mulut. Entah itu sariawan atau bau mulut. Masalah bau mulut timbul akibat berkurangnya produksi saliva di dalam mulut. Hal itu bisa terjadi karena kita jarang minum hingga kuman tumbuh subur. Aktivitas kuman di dalam mulut itu menghasilkan sulfur.

Zat itulah yang dikenali sebagai bau tak sedap. Masalah tersebut bisa ditanggulangi dengan menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut, maupun mengonsumsi sejumlah makanan dan minuman tertentu.

Berikut ialah beberapa makanan dan minuman yang dianjurkan untuk dikonsumsi demi meminimalisasi bau naga saat puasa seperti dikutip dari laman webmd.com.

1. Air putih
Cairan itu membantu menghilangkan sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi yang menjadi sumber makanan bakteri. Minum air putih dalam jumlah yang cukup juga membantu produksi air liur yang bertindak sebagai agen pembersih mulut dan melarutkan senyawa penyebab bau yang terkandung dalam makanan dan minuman. Untuk itu, pastikan kebutuhan cairan Anda tetap penuh meski sedang berpuasa dengan mengoptimalkan waktu minum pada waktu buka hingga sahur berakhir.

2. Permen karet rendah gula
Mengunyah permen karet dapat mengendurkan makanan yang terselip sekaligus sel-sel mati dari gigi dan lidah. Mengunyah permen karet juga mampu membantu produksi air liur. Beberapa pakar menyebut permen karet rendah gula yang mengandung xylitol efektif melawan bau mulut karena zat itu menghambat produksi bakteri mulut. Untuk mendapatkan efek penuh dari manfaat xylitol itu, Anda disarankan untuk mengunyah setidaknya lima menit penuh setelah makan. Itu bisa diaplikasikan setelah makan sahur.

3. Buah dan sayuran
Kedua jenis makanan ini kaya akan vitamin C, seperti paprika merah dan brokoli. Vitamin C berguna untuk menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi kuman di dalam mulut. Zat itu bahkan bekerja lebih baik jika dimakan mentah karena kunyahan makanan renyah menyebabkan efek abrasif dan membantu mengeluarkan sisa makanan yang tertinggal.

4. Yoghurt
Para peneliti asal Jepang menemukan bahwa memakan sekitar 3 ons yoghurt tanpa gula yang mengandung bakteri probiotik dua kali sehari selama enam minggu mampu mengurangi bau napas tak sedap. Pasalnya, kandungan senyawa dalam yoghurt menurunkan produksi sulfida yang menyebabkan bau pada mulut. Agar memperoleh efek tersebut, Anda disarankan mengonsumsi yogurt yang mengandung bakteri streptococcus dan lactobacillus.

5. Rempah-rempah
Jika bawang disarankan untuk dihindari karena memproduksi gas yang menyebabkan bau mulut, daun parsley justru disarankan untuk dikonsumsi karena mengandung kloforil. Zat tersebut mampu memberi efek deodoran dalam mulut. Jenis tanaman lain yang juga mampu membuat nafas lebih segar adalah cengkih dan anis. Jadi, tidak ada salahnya mengunyah rempah-rempah tersebut saat waktu makan tiba.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya