MENGONSUMSI terlalu banyak garam dapat menghambat pubertas. Hal tersebut dapat menyebabkan berkurangnya kesuburan dan memicu tingkat stres yang lebih tinggi. Demikianlah hasil penelitian terbaru yang dilakukan tim dari University of Wyoming, AS Dalam penelitian tersebut, peneliti menggunakan beberapa tikus yang dibagi menjadi tiga kelompok.
Kelompok pertama diberi asupan makanan yang kaya garam. Yang kedua diberi makanan dengan tingkat garam normal. Grup ketiga tidak diberi makanan yang mengandung garam. Peneliti mengatakan tikus yang mengonsumsi kaya garam mengalami penundaan pubertas sangat signifikan jika dibandingkan dengan tikus yang menyerap sodium dengan tingkat normal.
Pemimpin studi Dori Pitynski mengungkapkan kadar garam tinggi memiliki efek berlawanan terhadap kesehatan reproduksi. Namun, lanjutnya, tikus yang makan tanpa garam juga mengalami perlambatan pubertas. Disimpulkan, asupan garam penting di awal masa pubertas, tetapi asupan yang berlebihan juga dapat berakibat buruk bagi kesehatan.