Polisi Diminta Tegas Tindak Joki SBMPTN

MI/Syarief Oebaidillah
11/6/2015 00:00
Polisi Diminta Tegas Tindak Joki SBMPTN
(ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
PANITIA seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) meminta pihak kepolisian menindak tegas kasus perjokian yang telah mencoreng pelaksanaan SBMPTN tahun ini. "Sudah kami serahkan ke kepolisian terkait kasus joki ini, kami harap polisi menindak tegas dan memberikan sanksi pidana sesuai hukum yang berlaku," kata Sekretaris Panitia SBMPTN Werry Data Taifur saat dihubungi Media Indonesia, tadi malam.

Intinya, kata Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang Sumatra Barat tersebut, panitia SBMPTN memercayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan. "Kami menunggu pihak kepolisian tentang keterlibatan para joki itu. Jika pelakunya mahasiswa, harus di-dropout. Seperti pernah dilakukan di Unand pada tiga tahun lalu ada joki dan kami dropout," pungkas Werry.

Kasus perjokian SBMPTN ditemukan saat SBMPTN atau ujian tulis masuk PTN serentak digelar se-Indonesia, pada Selasa (9/7). Dua kasus perjokian ditemukan di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir yang sedang meninjau SBMPTN di UI dan IPB pun geram dan meminta pelaku perjokian ditindak tegas.

Kepala Humas SBMPTN Bambang Hermanto menjelaskan kecurangan SBMPTN di Surakarta, Jawa Tengah, dilakukan seorang peserta laki-laki. Selama ujian, peserta sering izin ke kamar kecil (toilet). Setelah dibuntuti pengawas ujian, dia bertransaksi dengan pihak yang memberikan jawaban soal ujian tersebut. "Transaksi saat itu sudah terjadi, tetapi memang yang bersangkutan belum sempat memindahkan jawaban ke lembar jawaban ujian. Diketahui, yang membantu peserta itu ialah mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta," ungkap dia.

Adapun yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, kecurangan dilakukan peserta ujian dengan kartu tanda penduduk (KTP) peserta palsu. Palsu yang dimaksud ialah pada KTP peserta tersebut terdapat foto berlapis. "Pengawas kemudian memeriksa lebih mendalam dan diketahui dia adalah peserta gadungan. Jadi, dia hadir seolah-olah sebagai peserta ujian, yang sebenarnya adalah calon adik iparnya," jelas Bambang.

Diumumkan 9 Juli
Tahun ini penerimaan mahasiswa baru program sarjana di PTN dilakukan melalui tiga jalur. Pertama, seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) atau jalur undangan yang selesai Mei lalu, kemudian SBMPTN, dan terakhir jalur mandiri di tiap PTN setelah jalur SBMPTN. Untuk SBMPTN diikuti 693.185 siswa yang bersaing memperebutkan 99.000 kursi kuliah pada 74 PTN.

Angka itu meningkat 4,31% dari tahun lalu yang hanya diikuti oleh 664.509 peserta. Dari jumlah peserta tahun ini, sebanyak 260.797 siswa memilih program studi sains dan teknologi, 277.676 siswa memilih program ilmu sosial humaniora, dan 154.712 siswa memilih program campuran. Bambang menambahkan para peserta mengikuti ujian tertulis pada Selasa (9/6) dan diikuti ujian keterampilan yang digelar kemarin dan hari ini untuk mereka yang memilih program studi terkait dengan keterampilan.

Untuk pengumuman SBMPTN, sambung Bambang, akan disampaikan pada Kamis (9/7) mulai pukul 17.00 WIB lewat laman resmi http://www.sbmptn.or.id serta media cetak/online lain yang bekerja sama dengan panitia SBMPTN.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya