Patut Belajar Kearifan Lokal dari Wayang

Ric/H-2
11/6/2015 00:00
Patut Belajar Kearifan Lokal dari Wayang
(MI/GALIH PRADIPTA)
SEJARAWAN Universitas Indonesia (UI) JJ Rizal menyatakan seni wayang merupakan seni yang tidak pernah mati.

Itu bisa dilihat dengan masih lestarinya kesenian yang menggunakan kulit sapi disepuh itu di keraton dan pagelaran di lingkungan masyarakat.

"Wayang juga merupakan seni adaptif, dia bisa dipadukan dengan jenis seni lainnya, mulai dari musik, peran, hingga tari-tarian," tutur JJ Rizal pada diskusi Mahakarya Wayang Urban, di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan kelestarian itu bisa terjadi lantaran banyak pendukung dan para penikmat wayang yang mengintepretasikan wayang dengan kreasi modern.

Itu juga tak lepas dari peran sang dalang yang mampu memadupadankan kondisi saat ini dengan kesenian wayang kontemporer.

"Namun, yang juga penting ialah nilai lakon pewayangan tidak pernah hilang lantaran ada adaptasi dan penambahan kreasi. Wayang menjadi sumber dari kearifan dan moral lokal Indonesia," terangnya.

Dengan begitu, tidak mengherankan jika saat ini bukan hanya masyarakat desa yang menikmati pagelaran wayang, melainkan juga masyarakat urban (perkotaan) melirik seni yang terkenal di tanah Jawa itu untuk meresapi nilai kearifan dan moral lokal masyarakat.

"Jadi, jangan heran kalau sekarang pagelaran wayang selalu ada di pusat kesenian di tiap kota," pungkas JJ Rizal.

Hal senada diutarakan dalang Wayang Urban Nanang Hape pada kesempatan sama.

Menurutnya, meski masyarakat kini berubah, kesenian adaptif seperti wayang merupakan refleksi dari kedinamisan masyarakat tersebut.

Dia menambahkan beberapa kesenian yang termodifikasi, termasuk wayang, bisa meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat untuk mencintai budaya.

"Yang terpenting ialah budaya, termasuk wayang, milik semua orang. Kalau kita tidak menghargai kebudayaan kita, sangat disesali kalau kebudayaan itu jadi hilang serta diakui negara lain. Untuk itulah, wayang bisa jadi jalan mencintai budaya bangsa sendiri," tukas Nanang.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya