KPI Soroti Tiga Program Berkualitas Rendah

Puput Mutiara
10/6/2015 00:00
KPI Soroti Tiga Program Berkualitas Rendah
(ANTARA/ANDIKA WAHYU)
KOMISI Penyiaran Indonesia (KPI) menyampaikan kualitas program acara televisi saat ini masih di bawah standar berkualitas. Itu bisa dilihat dari hasil survei indeks kualitas program acara secara keseluruhan, yaitu hanya 3,25.

Padahal, dalam survei yang dilakukan KPI bekerja sama dengan sembilan perguruan tinggi di sembilan kota dan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) itu, indeks standar minimal untuk program berkualitas yakni 4,0.

"Dalam sembilan jenis program acara yang dinilai oleh para responden, KPI menyoroti tiga program siaran dengan nilai indeks jauh di bawah standar KPI, yaitu program infotainment, sinetron, dan variety show,'' ungkap Ketua KPI Pusat Judhariksawan saat jumpa pers penyampaian hasil survei indeks kualitas program televisi, di Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan standar kualitas KPI yang dipakai pada survei itu berdasarkan pada kesesuaian program siaran dengan tujuan, fungsi, dan arah penyelenggaraan penyiaran sebagaimana ditetapkan dalam UU Nomor 32/2002 tentang Penyiaran.

Untuk metode survei, kata dia, pihaknya menggunakan penelitian kualitatif dengan 9.000 program yang disurvei. Semua program itu kemudian dipetakan menjadi 45 program acara televisi dengan sembilan kategori.

Secara teknis, sambungnya, 90 responden yang terdiri dari laki-laki dan perempuan (50%:50%) bertindak sebagai panel ahli di sembilan kota. Mereka diminta untuk menonton program acara mulai dari pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB dari 15 stasiun televisi nasional.

Dari situ selanjutnya didapatkan nilai indeks untuk setiap kategori, di antaranya kategori infotainment (2,34), sinetron/film/FTV (2,51), variety show (2,68), komedi (3,03), anak (3,13), berita (3,58), talkshow (3,78), wisata/budaya (4,09), dan religi (4,10).

"Sayangnya, tiga kategori program yang mendapat indeks kualitas rendah justru berada di waktu-waktu utama (prime time). Padahal, kami ingin program acara televisi bisa mengedukasi masyarakat agar semakin cerdas dan berkarakter,'' tukas Judhariksawan.

Evaluasi izin

Dalam menyikapi hasil survei tersebut, KPI akan segera memanggil seluruh lembaga penyiaran untuk dapat meningkatkan kualitas pada tiga program siaran yang berkualitas rendah.

Koordinator Bidang Kelembagaan KPI Pusat Bekti Nugroho mengungkapkan pihaknya juga akan meminta asosiasi periklanan untuk ikut mempertimbangkan hasil survei dalam menempatkan iklan-iklan mereka.

"Idealnya kan tayangan berkualitas yang harus mendapatkan dukungan. Karena kalau sesuai dengan fungsinya, media massa itu sebagai kontrol sosial, edukasi, dan hiburan,'' ucapnya.

Dengan begitu, ia berharap di masa depan, tayangan yang muncul di stasiun televisi bisa didominasi program-program berkualitas. Apalagi, sepanjang tahun lalu, KPI sudah mengeluarkan peringatan terhadap program sinetron dan variety show berdasarkan aduan dari masyarakat.

"Itu sebabnya, hasil survei kali ini akan menjadi pertimbangan bagi KPI dalam proses evaluasi perpanjangan izin bagi lembaga-lembaga penyiaran yang akan habis pada 2016 mendatang,'' pungkas Bekti. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya