SEBANYAK 74 perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia serentak menyelenggarakan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015 hari ini. Dalam ujian tertulis itu, 693.185 peserta harus bersaing untuk menduduki 99.000 kursi kuliah yang disediakan pemerintah. Jumlah peserta tersebut me ningkat 8,7% karena pada tahun ini PTN yang ikut serta pun bertambah 10 bila dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 64 PTN.
Menurut Sek retaris Jenderal Kemenristek dan Pendidikan Tinggi Ainun Naim, pihaknya akan berupaya mengawasi jalannya ujian supaya jangan ada kesalahan dalam penerimaan mahasiswa baru. "Jangan sampai ada mahasiswa yang seharusnya diterima jadi tidak diterima atau sebaliknya," ujar Ainun. Mengenai bidang studi favorit yang dipilih peserta, Humas Pokja SBMPTN Bambang Hermanto yang dihubungi di tempat terpisah mengatakan secara umum masih komunikasi, ekonomi, hukum, hubung an internasional, dan administrasi bisnis untuk sosialhumaniora.
Adapun untuk sains ialah ke dokteran umum dan gigi, farmasi, serta psikologi. Untuk bidang studi teknik, yang terfavorit ialah elektro, sipil, dan perminyakan. "Sampai saat ini panitia pusat masih mengidentifikasi jurusan-jurusan terfavorit karena nama jurusan di setiap PTN tidak persis sama sehingga harus kami kerjakan secara manual," ujar Bambang. Di sisi lain, Sekretaris Umum SBMPTN Werry Darta Taifur me ngatakan jumlah peserta berkebutuhan khusus yang me merlukan bantuan alat dalam seleksi kali ini tidak terlalu banyak.
Pihaknya telah me nyediakan alat bantu yang diminta peserta. "Total ada 287 peserta berkebutuhan khusus yang terdiri dari tunadaksa 55 peserta, tunawicara 37, tunarungu 91, dan tunanetra 104 peserta," ujarnya, kemarin. Sementara itu, di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Majene, yang baru pertama ka li melaksanakan SBMPTN, Rek tor Unsulbar Akhsan Dja laluddin mengumpulkan seluruh pengawas lokasi dan ruangan. Menurut Akhsan, para pengawas itu terdiri atas dosen dan guru di wilayah Majene, Sulawesi Barat.