Wawancara Nyeleneh Bisa Peroleh Pekerja Oke

Wibowo/E-4
08/6/2015 00:00
Wawancara Nyeleneh Bisa Peroleh Pekerja Oke
(ANTARA/ROSA PANGGABEAN)

"ANDA tahu Betharia Sonata? Apa lagunya yang Anda suka?" Pertanyaan itu terdengar lumrah dalam obrolan ringan sesama teman, tapi terasa menggelitik saat diajukan seorang direktur perusahaan produk konsumsi global terkemuka dalam sebuah wawancara pekerjaan untuk posisi pengawas pemasaran (marketing supervisor).

Setelah sang kandidat menjawab pertanyaan itu, sang direktur memintanya menyanyikan penggalan lagu Hati yang Luka milik penyanyi melankolis di era 1980-an tersebut.

"Itu saja. Saya sih oke kalau Anda bergabung dengan kami," ujarnya setelah mendengar si kandidat bernyanyi.

Umumnya, faktor kemampuan komunikasi, logika, angka, dan analisis menjadi acuan dalam seleksi karyawan sebuah perusahaan.

Namun, pertanyaan ajaib yang membingungkan dan tidak masuk akal hingga perlakuan aneh ternyata memang sering muncul dalam berbagai wawancara pekerjaan.

'Bagaimana cara Anda menyembunyikan mayat? Apa episode favorit di film South Park? Itu semua ada dalam wawancara kerja', tulis Adam Newman, seorang pencari kerja di situs tanya jawab Quora.com, seperti dikutip Bbc.com, akhir pekan lalu.

Apa pula yang harus dijawab Keith Boesky, eksekutif industri permainan komputer (game) saat menghadapi pertanyaan seperti ini.

"Bila Anda bisa menjadi sayuran, Anda memilih untuk menjadi apa?"

Atau saat Somya Tiwari, pengembang perangkat lunak, harus menjelaskan perkembangan industri mode saat melamar posisi sebagai pemrogram komputer.

Pertanyaan pribadi yang nyeleneh pun pernah dihadapi Dianne Felder.

Dalam wawancara kerja pertama seusai lulus kuliah, ia ditanya soal alat kontrasepsi yang ia pakai.

"Saya malu dan tidak terbayang ada pertanyaan seperti itu," ujarnya.

Namun, itu ialah cara bagi perusahaan untuk memastikan mereka menjaring kandidat yang tidak akan mengundurkan diri setelah menerima pelatihan karena alasan kehamilan.

Lain lagi kisah Fernando Gutierrez yang menolak permintaan seorang pemilik perusahaan yang terkenal galak, untuk menunggu 15 menit lagi setelah bertahan hampir 1 jam.

"Saya tidak bisa menunggu lagi karena harus mengejar pesawat," katanya.

Namun, justru keputusan itu membuat si pemilik perusahaan langsung menerimanya bekerja.

"Saya pikir ia ingin karyawan yang tidak takut kepadanya," kata Gutierrez

Di wawancara lain, hasil akhirnya juga berbeda.

"Bila saya tidak menawarkan pekerjaan ini, apakah Anda mau berkencan dengan saya?" tanya seorang manajer perempuan saat mewawancarai Nitin Gupta untuk posisi sebagai peneliti.

"Perusahaan itu melarang hubungan antarkaryawan, atau sekadar untuk berkencan. Saya memilih kencan dengannya daripada pekerjaan yang ditawarkan."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya