Daya Tampung SBMPTN Naik 8.000

Fetry Wuryasti
08/6/2015 00:00
Daya Tampung SBMPTN Naik 8.000
(MI/IMMANUEL ANTONIUS)
JUMLAH pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015 meningkat 4,31%, dari 664.509 pada tahun lalu menjadi 693.185.

Peningkatan itu didukung dengan naiknya daya tampung perguruan tinggi negeri (PTN).

"Dalam rencana strategi Kemenristek Dikti (Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi), kita ada target peningkatan kapasitas untuk jalur SBMPTN, dari 91 ribu kursi dengan 64 PTN, menjadi 99 ribu kursi dengan 74 PTN atau naik 8,7%," ujar Sekjen Kemenristek Dikti Ainun Naim di Jakarta, kemarin.

Ada penambahan 13 perguruan tinggi negeri (PTN) baru, yakni Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta, UPN Jakarta, UPN Jawa Timur, Universitas Siliwangi, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Samudra, Universitas Tidar, Universitas Teuku Umar, dan Universitas Timor, Universitas Sembilan Belas November Kolaka, Institut Teknologi Sumatra, Institut Teknologi Kalimantan, dan Universitas Sulawesi Barat.

Ainun menjelaskan pihaknya berupaya agar jangan sampai ada kesalahan dalam penerimaan mahasiswa lewat SBMPTN, seperti peserta yang seharusnya diterima jadi tidak diterima, atau sebaliknya.

"Prinsip dari SBMPTN ini tentunya bahwa kita dapat memperoleh mahasiswa baru yang terbaik, terlepas dari kemampuan ekonomi," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum SBMPTN Rochmat Wahab menjelaskan peminatan tertinggi peserta SBMPTN terjadi pada Universitas Padjadjaran dengan 85.879 peserta, kedua Universitas Hasanuddin dengan 75.515 peserta, dan Universitas Brawijaya dengan 73.558 peserta.

"Di tempat saya, Universitas Negeri Yogyakarta, peminatnya meningkat dari tahun lalu sebesar 45 ribu menjadi 50 ribu pada 2015. Mungkin ini disebabkan kredibilitas lembaganya. Termasuk pada PTN baru seperti UPN Yogyakarta yang peminatnya 36.945 mengalahkan Universitas Airlangga Surabaya sebesar 34.805," terang Rochmat.

Terkait dengan pendistribusian soal, Rochmat mengutarakan kemarin pihaknya sudah mendistribusikannya ke panitia lokal.

"Senin (8/6) sore saya kira semua panitia sudah membuka kotak yang sudah dikirim."

Menurut dia, untuk PTN baru diputuskan, pelaksanaannya di bawah pengawasan panitia lokal terdekat.

"Tidak semua PTN menjadi tempat pelaksanaan tes keterampilan, hanya PTN tertentu, misalnya uji keterampilan seni rupa audiovisual dilakukan di ITB," katanya.

Pengawasan ketat
Bagi peserta berkebutuhan khusus, panitia pelaksana menyediakan pendamping untuk membantu membaca dan menuliskan jawaban, serta diberi waktu tambahan.

Rochmat pun mengingatkan pihaknya akan mengetatkan pengawasan terhadap pembuatan soal, pendistribusian, hingga operasional para joki.

"Kami dan tim pokja (kelompok kerja) mengawasinya dengan ketat. Percetakan yang diberi tugas juga tidak memperbolehkan pegawainya pulang sejak hari pertama proses percetakan. Begitu hati-hatinya kami menjaga soal-soal rahasia negara ini tanpa ada peluang sedikit pun untuk kebocoran."

Bahkan, ia mengancam akan mencopot status mahasiswa bila ada mahasiswa yang tertangkap menjadi joki. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya