BERPIKIR positif tentang orang lain dapat meningkatkan pendapatan seseorang dan berpikir sinis berdampak sebaliknya. Demikian hasil studi terbaru di Institut Sosiologi dan Psikologi Sosial, Universitas Cologne, Jerman. Peneliti membandingkan data dari studi sebelumnya soal dampak sinisme yang merugikan kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, dan perkawinan seseorang.
Berdasarkan data survei dari 41 negara, korelasi antara sinisme dan penghasilan rendah yang terkuat terjadi di negara dengan tingkat perilaku altruisme, tingkat pembunuhan yang lebih rendah, dan tingkat sinisme masyarakat yang juga rendah. Hasil studi menunjukkan sikap sinis cenderung membuat seseorang tidak memercayai orang lain. Hal itu berdampak negatif pada potensi mereka untuk sukses dalam ekonomi. Temuan itu diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology.