Deteksi Dini Cegah Keparahan Kanker

MI/Widya Citra Andini
03/6/2015 00:00
Deteksi Dini Cegah Keparahan Kanker
(ANTARA/Audy Alwi)
JUMLAH penderita kanker di Indonesia terus meningkat. Sebagian besar penderitanya meninggal karena terlambat berobat. "Laporan seluruh rumah sakit mengatakan tiap tahunnya jumlah penderita kanker semakin meningkat," ungkap Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), dr Aru W Sudoyo SpPD, dalam diskusi kesehatan yang diselenggarakan Kalbe Farma di Jakarta, Selasa (19/5). Menurutnya, selain gaya hidup tak sehat, faktor kemiskinan turut andil sebagai penyebab peningkatan kasus kanker.

"Sekarang ini, banyak makanan menggunakan pengawet formalin, misalnya, saus yang dijual murah. Masyarakat kelas bawah hanya mampu membeli yang murah-murah. Padahal, kandungan formalin dalam makanan itu sangat berbahaya dan bisa memicu kanker.

"Yang disayangkan, lanjutnya, rata-rata penderita kanker baru datang ke dokter setelah kankernya mencapai stadium lanjut. Akibatnya, banyak penderita tidak bisa disembuhkan karena sel kanker sudah menjalar ke beberapa bagian tubuh.

"Untuk stadium lanjut, pengobatan bukan lagi bersifat kuratif (penyembuhan), melainkan paliatif, yakni mengurangi penderitaan pasien dengan menggunakan obat dan terapi medis.

"Sejatinya, lanjut Aru, kondisi tersebut bisa dicegah dengan upaya deteksi dini. Prinsipnya, jika semakin dini kanker diobati, semakin besar harapan kesembuhannya.

"Deteksi dini berarti memeriksakan tubuh sebelum terasa sakit. Namun, kebiasaan masyarakat kita baru memeriksakan diri setelah terasa sakit. Padahal, stadium awal kanker sering kali tidak menimbulkan sakit. Kita perlu menumbuhkan kebiasaan deteksi dini untuk mencegah kefatalan akibat kanker.

"Aru menjelaskan deteksi dini bisa dilakukan sendiri. Misalnya, pendeteksian kanker payudara dapat dilakukan dengan cara meraba payudara untuk mengetahui ada tidaknya benjolan. Jika ada benjolan, segera periksakan ke dokter. "Semua bergantung pada seberapa besar kita mau mendeteksi secara dini sinyal yang diberikan tubuh, termasuk kanker," pungkas Aru. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya