''AKU enggak sabar difoto sama fotografer internasional. Rasanya keren fotoku dilihat hingga dunia,'' ucap Dessy, remaja 15 tahun, saat launching Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-14 di Alun-Alun Jember, Jawa Timur, akhir pekan lalu.
Dessy mengaku jadi peserta JFC bermula saat ikut program pelatihan pembuatan kostum dan make-up JFC yang dibuka gratis bagi umum sejak Maret lalu. Program itu untuk pementasan JFC pada 26-30 Agustus mendatang.
Meski harus merogoh kocek pribadi untuk pembuatan kostum, ia mengaku senang sekali bisa tampil di JFC. Apalagi, desain yang dipakai merupakan hasil karya sendiri. "Dan uniknya, bahan-bahan yang digunakan ialah bahan-bahan bekas,'' tukas Dessy.
Rupanya bukan hanya Dessy yang antusias. Ribuan anak dari taman kanak- kanak (TK) hingga kuliah juga tertarik pada JFC. Mereka terlihat sibuk mempersiapkan kostum hingga berlatih jalan pada catwalk jalanan.
Misalnya, sudah ada tujuh sekolah menengah atas (SMA) yang mengadakan pelatihan kostum dan make-up untuk JFC. Pihak sekolah menanggung semua biaya pembuatan kostum dari siswa yang terpilih.
Antusiasme yang tinggi dari warga Jember diakui inisiator JFC Dynand Fariz. Dia menyatakan perhelatan JFC ke-14 akan digelar lebih besar dan beragam ketimbang tahun sebelumnya.
Kali ini akan ada 2.000 kostum yang berlaga di catwalk jalanan sepanjang 3,6 km. Pergelaran terdiri dari empat babak pada Grand Carnival, Art Ware, dan Kids Carnival.
Tahun ini juga ada ekshibisi industri kreatif Jember yang memamerkan karya fesyen, seni, budaya, hingga destinasi wisata di Jember. Satu lagi rangkaian acara berbeda ialah konferensi Carnival International yang pesertanya datang dari Indonesia dan mancanegara.
''Saya berharap kelak Jember bisa menjadi pusat karnaval dunia,'' pungkas Dynand.
Pengusaha hotel Daffam Group Andi Irwan seakan membenarkan. Pasalnya, kata dia, saat ini reservasi hotel di Jember hampir penuh. Kebanyakan mereka ialah para wisatawan asing dari Taiwan dan negara-negara Eropa.(H-2)