Vaksinasi Covid-19 Pedagang Pasar Tanah Abang Rampung 5 Hari

Selamat Saragih
17/2/2021 13:40
Vaksinasi Covid-19 Pedagang Pasar Tanah Abang Rampung 5 Hari
Aktivitas di Pasar Tanah Abang(MI/Panca Syurkani)

MENTERI Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, meninjau langsung pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 tahap II bagi petugas pelayanan publik yang berlangsung di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/2).

Gunadi menambahkan, vaksinasi untuk di Pasar Tanah Abang diprioritaskan bagi para pedagang. Berdasarkan data per Rabu hari ini yang telah mendaftar sekitar 9.791 orang dan ditargetkan dalam lima hari vaksinasi di pasar ini tuntas. “Kita targetkan dalam lima hari bisa selesai semua,” lanjut Gunadi kepada awak media usai mendampingi Presiden, Joko Widodo, dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meninjau langsung kegiatan vaksinasi di Pasar Tanah Abang, Rabu (17/2).

Baca juga: Korlantas Pasang 205 Titik Kamera e-TLE Nasional Tahap 1

Menkes Gunadi menjelaskan, data total 9.791 pedagang ini akan bertambah. Pasalnya, data awal ada 55.000 pedagang Tanah Abang.

Untuk itu, lanjut Gunadi, pihaknya menyarankan agar para pedagang yang benar-benar berdagang di Pasar Tanah Abang untuk segera mendaftar.

Ketika ditanya apakah akan diperpanjang waktu vaksinasi untuk pedagang Pasar Tanah Abang, Gunadi mengatakan, masih melihat perkembangan pendaftaran hingga siang nanti.

Gunadi menyebutkan, Pasar Tanah Abang adalah pilot project. Karena itu, kesuksesan vaksinasi Pasar Tanah Abang ini akan berlanjut ke pasar-pasar lainnya secara bertahap. “Kalau enggak salah sebanyak 115 pasar di Jabodetabek. Kita akan masuk ke sana secara bertahap dari Pasar Tanah Abang menjadi model di provinsi-provinsi lain,nya,” kata Gunadi.

Menkes itu menyebutkan, selain petugas pelayanan publik, vaksinasi juga dilakukan orang lanjut usia (lansia). Lansia pertama yang disuntik adalah Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin. “Tadi pagi kita sudah datang mendampingi Pak Wapres disuntik. Mudah-mudahan itu bisa menjadi motivasi dan dorongan agar para lansia Indonesia yang rawan terkena penyakit bisa datang dan divaksin terlebih dahulu,” ujar Gunadi. (OL-6)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya