Mantan Mendikbud M Nuh ,telah kembali ke almamaternya menjadi dosen di kampus Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS). Ia tidak hanya mengajar namun memimpin laboratorium biocybernetic untuk pengembangan ilmu teknik biomedika. " Dari sisi idealisme,pengembangan ilmu biomedika dapat membantu manusia untuk kesehatan . Baik dalam menegakkan diagnosis maupun alat terapi,"ungkap Nuh dalam perbincangan dengan wartawan di Jakarta,belum lama ini, Mantan Rektor ITS ini mengaku telah mengagas laboratorium tersebut sejak tahun 1992.
Mewujudkan impiannya membangun laboratorium tersebut, Nuh dibantu para sahabatnya, Dr Muhammad Arifin M Eng, Hilman Fatoni, dan Muhammad Abdul Hadi. Bila ia tidak ada di Surabaya, merekalah yang mengurusi mahasiswa di laboratorium itu Laboratorium tersebut di lantai dua gedung Jurusan Teknik Elektro ITS menjadi pengembangan teknik biomedika. Bidang ilmu ilmu ini yang ditekuninya sejak sarjana setingkat S-1 hingga mendapatkan gelar master dan philosophy doctor dari Universite Science et Technique du Languedoc (USTL) Montpellier, Perancis.
Suami dari Layly Rahmawati,kelahiran Surabaya Jawa Timur ,17 Juni 1959 ini menyadari, ia tidak akan selamanya bertugas di kementerian. Sebagai akademisi, ia mesti kembali mengajar dan meneliti. Di sela waktunya, Nuh yang juga pernah menjabat Menkominfo tahun 2007-2009 itu, tetap aktif pada berbagai kegiatan sosial serta hobi kulinernya menyantap sate dan ikan.