Jangan Royal Berbagi Data di Media Sosial

Anastasia Arvirianty/E-4
29/5/2015 00:00
Jangan Royal Berbagi Data di Media Sosial
(MI/SENO)
Di era digital, saat nyaris semua orang menjadi anggota jejaring sosial, hampir tidak mungkin untuk berinteraksi tanpa memberikan setidaknya informasi mengenai data personal standar. Kondisi itu sering dimanfaatkan para peretas (hacker) untuk memeroleh informasi pribadi demi mengeruk keuntungan ekonomi.

Kasus pembobolan rekening bank sering berawal dari kebiasaan memakai kata sandi (password) yang sama untuk setiap situs yang mereka kunjungi.

Laporan dari CSID, penyedia alat pendeteksi penipuan yang merilis data pada 2012 menyebut 6 dari 10 konsumen cenderung memakai sandi yang sama.

"Itu berarti keamanan rekening bank daring Anda hanya seaman di situs lain yang telah diakses dengan sandi yang sama," tulis penelitian yang dilansir CNBC.com, kemarin.

Bahkan pendaftaran untuk akun Starbucks Gift-Card senilai US$9 dapat diretas dan membuat pusing perusahaan kedai kopi global itu. Starbucks mengakui para peretas memakai sandi yang dicuri dari situs lain untuk membajak akun dan mencuri uang dari kartu kredit atau debit pelanggan yang mamakai aplikasi mobile Starbucks.

Mungkin serangan paling dahsyat ialah spare phising yang melibatkan jutaan surel yang dikirim acak dengan harapan beberapa penerima mungkin tertipu membocorkan informasi perbankan.

Spear phishing akan mengirimkan surel yang sangat pribadi kepada target yang memegang informasi kunci yang sangat berharga, seperti seorang admin untuk CEO.

"Tidak ada alasan untuk panik, yang dibutuhkan ialah bereaksi," ujar Wakil Presiden Advance Security and Governance for Proofpoint Kevin Epstein.

Sejatinya, upaya melindungi akun pribadi dari serangan para peretas cukup mudah dilakukan. Salah satunya, berpikirlah panjang ketika akan membuat pernyataan di jejaring sosial. Meski mudah menghapusnya, bukan berarti posting itu tidak tercatat di dalam sistem yang mudah diretas para pembajak.

Resep selanjutnya, jangan memberi informasi personal apa pun seperti keluarga, rencana, dan destinasi liburan.

"Gunakan sandi berbeda dengan kombinasi beragam untuk setiap akun, dan jangan terpancing membuka surel yang mencurigakan," lanjutnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya