Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ASUPAN garam harus seimbang dan tidak boleh kekurangan ataupun kelebihan agar tidak menganggu kesehatan. Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia dan President Federation of Asian Nutrition Societies, Hardinsyah, mengatakan ada beberapa cara untuk mengendalikan asupan garam yang sesuai dengan kebiasaan atau pola konsumsi masyarakat Indonesia.
"Banyak penelitian di luar negeri seperti di Jepang menunjukkan penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa," kata Hardinsyah dalam keterangan pers, Senin (7/1/2021).
Ia mengakui garam memiliki peranan penting yang dibutuhkan tubuh sebagai zat gizi esensial untuk mewujudkan hidup sehat, kuat, dan aktif. Jika kelebihan, efeknya ialah muncul berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, gagal jantung, dan lain lain. Jika kekurangan, efeknya ialah gangguan fungsi otot dan saraf, gangguan kontrol gula darah, dan lain lain.
Di Indonesia, lanjut dia, masyarakat cenderung membuat masakan dengan banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi. Padahal, berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium. Menurutnya, cara yang sesuai jika masakan sudah banyak menggunakan berbagai bumbu rempah adalah dengan hanya menambahkan garam dapur dalam jumlah yang sedikit sekali.
"Jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi namun masih ingin diet rendah garam, Bumbu Umami seperti MSG bisa dijadikan solusi," imbuhnya.
Untuk diketahui, PT Ajinomoto Indonesia bekerja sama dengan PERGIZI PANGAN Indonesia menggelar webinar event bertajuk Keamanan dan Manfaat Kesehatan Bumbu dan Penguat Rasa, serta Strategi Pengendalian Asupan Garam Guna Mewujudkan Hidup Sehat. Acara itu digelar sebagai upaya mendukung masyarakat Indonesia agar tetap sehat dengan menyebarluaskan fakta informatif tentang Bumbu Umami dan Monosodium Glutamat (MSG) di tengah pandemi covid-19.
Jumlah peserta webinar mencapai 905 orang dan sebagian besar berprofesi sebagai ahli gizi, ahli diet, dan mahasiswa/i Program Studi Gizi & Kesehatan Masyarakat. Public Relations Manager Ajinomoto Indonesia Katarina Larasati mengatakan, webinar serupa akan kembali pada Februari 2021 setelah sebelumnya dilakukan sebanyak dua kali pada Desember silam dengan menghadirkan Hardinsyah sebagai pemateri.
“Kami merasa perlu menyebarkan fakta yang benar dan informatif tentang Bumbu Umami yang akan mendukung mereka tetap sehat, bahkan saat di situasi pandemi covid-19. Kami berharap para mahasiswa sebagai calon ahli gizi masa depan Indonesia dapat menyebarkan fakta informatif dan fakta ilmiah tentang apa yang kami sampaikan hari ini kepada masyarakat luas,” tutur dia. (RO/A-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved