BNN Ajak Semua Pihak Perangi Narkoba

MI
24/5/2015 00:00
BNN Ajak Semua Pihak Perangi Narkoba
(MI/ADAM DWI)
BADAN Narkotika Nasional (BNN) menyatakan penyebaran narkoba di Indonesia sudah masuk ke fase mengkhawatirkan. Pasalnya, penyebaran barang haram itu sudah masuk hingga pelosok kampung dan tidak hanya beredar di perkotaan. Selain itu, dari 370 jenis baru narkoba, sebanyak 16 di antaranya sudah masuk ke negara kita.

"Untuk itu peran semua pihak, tidak hanya BNN, sangat dibutuhkan untuk memberantas peredaran narkoba," sebut Direktur Diseminasi dan Informasi BNN Gun Gun Siswandi, pada acara Muda Antinarkoba, di Tangerang, kemarin.

Pihak yang diajak BNN untuk bahu-membahu memberantas narkoba secara khusus ialah orangtua, sekolah dan media massa. Menurut Gun Gun, orangtua ialah pihak pertama yang harus mengajari anak agar tidak menyentuh narkoba. Selain itu, orangtua juga harus memerhatikan perilaku putra-putrinya sehari-hari. Jangan sampai, lanjut Gun Gun, orangtua tidak tahu anaknya ternyata diam-diam sudah menjadi pecandu.

Hal serupa juga diharapkan dari lingkungan sekolah. Institusi pendidikan ini punya kewajiban mengedukasi para siswa agar menjauhi barang tersebut.

Untuk mengajak masyarakat berperan aktif pada gerakan pemberantasan narkoba, pemerintah telah menyediakan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di puskesmas dan rumah sakit melalui nomor 081298298297.

"Bagi pecandu yang melapor ke IPWL tidak akan dipidanakan, tetapi akan mendapatkan rehabilitasi," tambah dia.

Pada kesempatan serupa, Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong menyatakan, media massa punya peran penting dalam gerakan memberantas narkoba. Pemberitaan hukuman mati pada para pengedar, bisa menjadi terapi kejut bagi pelaku tindak penjualan narkoba.

Di sisi lain, media juga bisa memberikan berita bersifat empati pada para korban narkoba. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan pelayanan yang benar, yaitu direhabilitasi dan bukan dipidanakan. Sebagai bentuk dukungan konkret pemberantasan narkoba, Media Indonesia bersama BNN mengumpulkan ratusan pelajar dari Jabodetabek untuk diminta sebagai duta antinarkoba. Di akhir acara, diumumkan sejumlah pemenang lomba, seperti lomba orasi dan menulis. "Saya bilang ke teman-teman saya, buat apa pakai narkoba. Narkoba itu merugikan," ujar Sri Maulidi Faridi Sugiri, siswa SMAN 1 Kedung Waringin yang menjadi juara II lomba orasi.    (*/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya