EISI 2015 Digelar,Sekolah Internasional Tetap Diminati Masyarakat

MI/Bay
23/5/2015 00:00
EISI 2015 Digelar,Sekolah Internasional Tetap Diminati Masyarakat
(Dok)
Sekolah-sekolah internasional, atau yang kini bernama Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) tetap diminati masyarakat. Banyak orangtua yang ingin menyekolahkan putra-putrinya di sekolah tersebut karena kualitas, kurikulum dan standar internasional yang digunakan.

Hal tersebut terlihat  dari maraknya pengunjung pameran atau  Exhibition for International School in Indonesia (EISI)  2015 yang diselenggarakan   di Hotel Le Meredien Jakarta,Sabtu (23/5).Pameran berlangsung tanggal 23-24 Mei 2015 diselenggarakan  PT. Media Artha Pratama, yang bergerak di bidang Meeting Incentive, Conference, and Exhibition (MICE), tersebut mengumpulkan berbagai sekolah internasional atau SPK dalam satu event pameran dan seminar.

"EISI 2015 ini dirancang sebagai pameran berskala nasional yang menampilkan peserta yang terdiri dari  (SPK),"kata  Nina Anggraeni, Direktur PT. Media Artha Pratama melalui rilisnya kepada pers Sabtu (23/5). Nina mengutarakan animo para orangtua  menyekolahkan putra-putri mereka di sekolah internasional atau SPK tetap tinggi. Pasalnya,  SPK menawarkan kualitas pendidikan yang baik, dan memberikan pembelajaran bermutu.

Dikatakan,selama ini, informasi pendaftaran sekolah internasional masih bersifat parsial. Biasanya, orangtua langsung mengunjungi sekolah dan membandingkannya satu dengan lainnya."Belum ada pameran yang mengumpulkan sekolah-sekolah internasional (SPK) di Indonesia dalam satu tempat. EISI ini merupakan pameran sekolah internasional yang pertama,"cetus Nina.

Melalui even  EISI 2015  para orangtua dapat menyerap  informasi tentang SPK yang ada di Indonesia, dalam satu tempat atau ajang, sekaligus mendaftarkan anak mereka di sekolah yang diminati. Nina menyebutkan pameran tersebut diikuti oleh sejumlah sekolah internasional ternama, antara lain Jakarta Intercultural School (JIS), Rafflesi Christian School,GreenSchool Bali, Australian Independent School, Sekolah Pelita Harapan, Bandung Independent School, Bina Nusantara School, sekolah pilot, dan sekolah lainnya.

Selain itu,  lembaga kursus internasional, antara lain Raffles Design Institute, Lombok Flight Academy,  Walstreet English Institute, dan English First (EF).  EISI 2015 disemarakkan acara  diskusi yang menghadirkan narasumber Kasubag Kerjasama Paudni Kemendikbud, Widyati Rosita,Ketua Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN-PNF) Boedi Darma Sidi,Sekretaris Badan Akreditas Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-SM), Syamsir Alam,Kepala Bagian Hukum dan Perundangan Kemendikbud, Khalid Fathoni. Menurut Widya Rosita,saat ini ada sekitar 140 SPK yang akan dilakukan akreditasi oleh BAN PNF pada tahun ini secara bertahap.

Bakat
Dalam kesempatan itu,Direktur Tes Bakat Indonesia, Monic Christian yang hadir di EISI 2015 menjelaskan lembaganya merupakan lembaga psikologi yang berfokus membantu orang tua mengeksplorasi bakat dan minat anak dari usia dini hingga  remaja dengan menggunakan alat tes psikologi terbaru di Indonesia.

Melalui ajang EISI pihaknya membantu para orang tua memberikan konseling atau bimbingan  untuk mengetahui bakat minat anak di usia dini, serta gaya belajar anak. "Orang tua akan lebih jeli dalam memilih sekolah tertentu dengan kurikulum tertentu, serta kegiatan pendidikan non formal lainnya yang dapat mengembangkan potensi anak secara maksimal,"pungkas Monic. Menurut dia,untuk mengetahui lebih jauh tentang bakat dan minat anak dapat diunduh laman www.tesbakatindonesia.com.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya