Studi terbaru menemukan bahwa para penderita gagal jantung yang depresif lebih mungkin meninggal dalam kurun waktu satu tahun. Mereka disarankan mencari bantuan perawat dan dokter spesialis.
Penelitian di European Society of Cardiology menunjukkan, meskipun tingkat keparahan penyakit ikut memengaruhi, tim peneliti mengatakan bahwa mengelola depresi amat penting.
Dari hasil penelitian yang masih berjalan, tim pimpinan Profesor John Cleland yang bekerja pada Imperial College London dan the University of Hull menarik kesimpulan bahwa penderita gagal jantung yang menunjukkan tanda-tanda depresi sedang atau berat lebih mungkin meninggal dalam 300 hari berikutnya. (BBC/Hym/X-7)