Warga Antusias Sumbang Pengungsi

Ferdian/Amiruddin/X-8
19/5/2015 00:00
Warga Antusias Sumbang Pengungsi
Seorang anak pengungsi Rohingya duduk di atas tumpukan pakaian bekas yang diberikan warga.(MI/FERDIAN ANANDA)

LOKASI penampungan imigran Rohingya dan Bangladesh di Gelanggang Olahraga (GOR) Lhoksukon, Aceh Utara, selalu disesaki pengunjung.

Kebanyakan pengunjung itu membawa makanan, minuman, dan pakaian bekas layak pakai untuk para imigran.

Di pintu masuk ruang penampungan terlihat tumpukan pakaian bekas sudah menggunung.

Tak jauh dari dapur umum terdapat ruangan 4 x 5 meter yang sudah dipenuhi makanan, minuman, pakaian bekas, telur, mi instan, buah, dan perlengkapan bayi.

Ratusan pengunjung juga berinteraksi dengan 581 imigran. Beberapa di antara mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat, mengajak selfie, bahkan salah seorang pengunjung mengizinkan seorang warga Rohingya menghubungi keluarganya di Myanmar melalui ponselnya.

Dengan penuh haru, pengungsi itu mengabarkan kondisinya di Aceh.

Menurut Maimunah, salah seorang relawan di pengungsian itu, semua bantuan itu berasal dari sumbangan masyarakat sejak hari pertama mereka ditampung di GOR.

"Kasihan kita lihat orang-orang itu, apalagi kita sesama muslim. Mungkin bantuan tidak seberapa bila dibandingkan dengan penderitaan mereka," kata warga Kecamatan Pirak Timu itu.

Di sisi lain, Orin, seorang mahasiswa Politeknik Lhokseumawe, mengaku membawa pakaian yang sudah jarang ia pakai.

"Selama dua hari ini saya membongkar isi lemari. Teman-teman juga ikut bantu," ujarnya, Selasa (12/5).

Selain Orin, puluhan siswa SMU Unggul Lhoksukon dan SMAN 3 Putra Bangsa juga masuk ke posko pengungsian untuk membagikan sejumlah makanan ringan dan roti untuk anak-anak seusia mereka serta balita.

Menurut kordinator para siswa, Suci Annisa, mereka diwajibkan mengumpulkan uang Rp10.000 per orang untuk dibelikan makanan dan diserahkan ke pengungsi.

Setelah ditampung selama tiga hari di GOR, ratusan pencari suaka itu direlokasi ke pinggir laut di tempat pendaratan ikan (TPI) Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, yang berjarak 16 km dari pusat Kota Lhoksukon.

Aksi solidaritas juga diperlihatkan kaum ibu di desa tersebut.

Tiga perempuan dengan spontan menghampiri para pendatang untuk dimintai sumbangan.

Sementara itu, 657 warga Bangladesh yang ditampung di Pelabuhan Kuala Langsa dan bekas Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe akan dipulangkan ke negara asal mereka.

Menurut Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia, MD Nazmul Quanunnine, saat berkunjung ke penampungan pada Minggu (17/5), pemerintahnya akan mengirimkan satu kapal ke Banda Aceh.

Nantinya semua imigran Bangladesh itu diberangkatkan ke daerah asal mereka.

Nazmul juga berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan masyarakat Aceh yang telah membantu warganya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya