PEMERINTAH menyatakan ujian sekolah yang diikuti empat jutaan siswa
SD/madrasah ibtidaiah (MI) mulai hari ini hingga Rabu (20/5) akan
menentukan kelulusan siswa dan untuk masuk jenjang berikutnya, SMP atau
madrasah sanawiah (MTs).
"Masih sama dengan tahun lalu. Untuk
kelulusan dan masuk SMP atau MTs," ungkap Kepala Pusat Penilaian
Pendidikan Kemendikbud Nizam, di Jakarta, kemarin.
Ujian sekolah
tingkat SD/MI terdiri atas tiga mata pelajaran. Ketiga pelajaran itu
yakni bahasa Indonesia yang diujikan hari ini, matematika esok hari, dan
ilmu pengetahuan alam pada Rabu (20/5). Secara nasional, ujian sekolah
tingkat SD/MI diikuti 4.307.880 siswa dari 151.173 SD/MI.
Mendikbud
Anies Baswedan mengatakan, meski ujian sekolah menentukan kelulusan,
pihak sekolah diberi kewenangan penuh oleh pusat untuk memeriksa hasil
ujian dan menentukan kelulusan siswa mereka. Pusat hanya diberi
kewenangan membuat 25% soal dan 75% soal lainnya dibuat pemerintah
provinsi setempat.
"Jadi, ini berbeda dengan ujian nasional (UN)
SMA/MA dan SMP/MTs, hasil UN diperiksa pemerintah atau Kemendikbud dan
soalnya dibuat 100% oleh pemerintah," ujar Anies di sela pengumuman
hasil UN SMA/MA di Jakarta, Jumat (15/5).
Namun, lanjut Anies,
pertimbangan kelulusan siswa SD/MI, selain memakai hasil ujian sekolah,
akan mempertimbangkan nilai rapor siswa.
Di Jakarta, ujian
sekolah SD akan diikuti sebanyak 153.266 siswa dari 3.244 sekolah.
Rinciannya, 140.704 siswa dari 2.769 SD, 12.430 siswa dari 456 MI, dan
132 siswa dari 19 SD luar biasa (SD LB).
Kepala Dinas Pendidikan
DKI Arie Budhiman menjamin soal ujian sekolah untuk SD dan sederajat di
Jakarta tidak akan bocor. Pasalnya, pendistribusian soal ujian dikawal
ketat oleh aparat kepolisian.
Untuk tingkat rayon, pengamanan
soal dikawal 1 polisi sehingga 6 anggota kepolisian mengawal 6 rayon SD
se-Jakarta. Kemudian, pada tingkat subrayon, tiap subrayon dijaga dua
polisi.
"Artinya, ada 52 polisi yang menjaga 52 subrayon SD di Jakarta," tukas Arie.
Sementara
itu, di Samarinda, Kaltim; Sukabumi, Tasikmalaya, Jabar; Tabanan, Bali;
Makassar, Sulsel; Pekanbaru, Riau; dan Kupang, NTT, hingga kemarin
persiapan ujian sekolah tingkat SD/MI tidak mengalami kendala.
Ajukan keberatan Secara
terpisah, mantan Kepala SMAN 3 Jakarta Retno Listyarti bersama dengan
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mengajukan keberatan atas
pemberhentian tiba-tiba jabatan Retno sebagai kepala sekolah oleh Dinas
Pendidikan DKI Jakarta pada 11 Mei lalu.
Menurut rencana, mereka
esok hari akan melapor kepada Ombudsman RI. Jika dalam tujuh hari tidak
direspons, mereka akan melanjutkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara
(PTUN). Untuk saat ini Retno kembali menjabat guru di SMAN 13 Jakarta.
Seperti
diketahui, Retno diberhentikan dari jabatan Kepala SMAN 3 Jakarta
lantaran dinilai lalai saat UN SMA dan sederajat hari kedua berjalan
Selasa (14/4). Ketika itu, ia tidak berada di sekolahnya tapi berada di
SMAN 2 tempat Presiden Joko Widodo, Mendikbud Anies Baswedan, dan
Gubernur DKI Ahok meninjau UN. (Tim/H-2)