Ujian SD Syarat Masuk SMP

Syarief Oebaidillah
18/5/2015 00:00
Ujian SD Syarat Masuk SMP
(MI/GALIH PRADIPTA )
PEMERINTAH menyatakan ujian sekolah yang diikuti empat jutaan siswa SD/madrasah ibtidaiah (MI) mulai hari ini hingga Rabu (20/5) akan menentukan kelulusan siswa dan untuk masuk jenjang berikutnya, SMP atau madrasah sanawiah (MTs).

"Masih sama dengan tahun lalu. Untuk kelulusan dan masuk SMP atau MTs," ungkap Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud Nizam, di Jakarta, kemarin.

Ujian sekolah tingkat SD/MI terdiri atas tiga mata pelajaran. Ketiga pelajaran itu yakni bahasa Indonesia yang diujikan hari ini, matematika esok hari, dan ilmu pengetahuan alam pada Rabu (20/5). Secara nasional, ujian sekolah tingkat SD/MI diikuti 4.307.880 siswa dari 151.173 SD/MI.

Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, meski ujian sekolah menentukan kelulusan, pihak sekolah diberi kewenangan penuh oleh pusat untuk memeriksa hasil ujian dan menentukan kelulusan siswa mereka. Pusat hanya diberi kewenangan membuat 25% soal dan 75% soal lainnya dibuat pemerintah provinsi setempat.

"Jadi, ini berbeda dengan ujian nasional (UN) SMA/MA dan SMP/MTs, hasil UN diperiksa pemerintah atau Kemendikbud dan soalnya dibuat 100% oleh pemerintah," ujar Anies di sela pengumuman hasil UN SMA/MA di Jakarta, Jumat (15/5).

Namun, lanjut Anies, pertimbangan kelulusan siswa SD/MI, selain memakai hasil ujian sekolah, akan mempertimbangkan nilai rapor siswa.

Di Jakarta, ujian sekolah SD akan diikuti sebanyak 153.266 siswa dari 3.244 sekolah. Rinciannya, 140.704 siswa dari 2.769 SD, 12.430 siswa dari 456 MI, dan 132 siswa dari 19 SD luar biasa (SD LB).

Kepala Dinas Pendidikan DKI Arie Budhiman menjamin soal ujian sekolah untuk SD dan sederajat di Jakarta tidak akan bocor. Pasalnya, pendistribusian soal ujian dikawal ketat oleh aparat kepolisian.

Untuk tingkat rayon, pengamanan soal dikawal 1 polisi sehingga 6 anggota kepolisian mengawal 6 rayon SD se-Jakarta. Kemudian, pada tingkat subrayon, tiap subrayon dijaga dua polisi.

"Artinya, ada 52 polisi yang menjaga 52 subrayon SD di Jakarta," tukas Arie.

Sementara itu, di Samarinda, Kaltim; Sukabumi, Tasikmalaya, Jabar; Tabanan, Bali; Makassar, Sulsel; Pekanbaru, Riau; dan Kupang, NTT, hingga kemarin persiapan ujian sekolah tingkat SD/MI tidak mengalami kendala.

Ajukan keberatan
Secara terpisah, mantan Kepala SMAN 3 Jakarta Retno Listyarti bersama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mengajukan keberatan atas pemberhentian tiba-tiba jabatan Retno sebagai kepala sekolah oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada 11 Mei lalu.

Menurut rencana, mereka esok hari akan melapor kepada Ombudsman RI. Jika dalam tujuh hari tidak direspons, mereka akan melanjutkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Untuk saat ini Retno kembali menjabat guru di SMAN 13 Jakarta.

Seperti diketahui, Retno diberhentikan dari jabatan Kepala SMAN 3 Jakarta lantaran dinilai lalai saat UN SMA dan sederajat hari kedua berjalan Selasa (14/4). Ketika itu, ia tidak berada di sekolahnya tapi berada di SMAN 2 tempat Presiden Joko Widodo, Mendikbud Anies Baswedan, dan Gubernur DKI Ahok meninjau UN. (Tim/H-2)

oebay@mediaindonesia.com




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya