Perempuan di Timur Tertinggal

Puput Mitiara
12/5/2015 00:00
Perempuan di Timur Tertinggal
(ANTARA/IZAAC MULYAWAN)
PEMBANGUNAN kualitas hidup dan perlindungan hak perempuan dan anak di kawasan timur Indonesia masih tertinggal. "Salah satu program dalam agenda prioritas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) ialah melindungi anak, memberdayakan perempuan dan kelompok marginal," kata PP dan PA Yohana Yembise ketika membuka Pertemuan Regional Pemberdayaan Perempuan seIndonesia Timur, di Ambon, kemarin.

Menurut dia, pertemuan regional tersebut menjadi momentum penting untuk lebih meningkatkan koordinasi dan kerja sama secara lebih sinergis dan optimal untuk percepatan pelaksanaan kebijakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan hak perempuan serta anak, khususnya di kawasan timur.

"Perlu mendongkrak kesejahteraan rakyat di wilayah timur secara signifikan, seperti diperlihatkan oleh adanya ketimpangan yang ekstrem antara data pembangunan manusia dibandingkan dengan pembangunan gender dan pemberdayaan gender di seluruh provinsi wilayah timur," katanya.

Ia mengungkapkan kondisi umum pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di kawasan timur. Terdapat akses dan kontrol terhadap sumber daya yang tidak seimbang antara laki-laki dan perempuan.

Selain itu, tambahnya, tingginya prevalensi kekerasan dalam pengasuhan, kematian ibu melahirkan, kasus HIV/AIDS pada ibu rumah tangga, kasus perdagangan manusia, terutama perempuan dan budaya patriarkat masih sangat menonjol hampir di seluruh provinsi di kawasan timur.

"Masalah yang kompleks dan multidimensi tersebut tidak dapat ditangani hanya oleh Unit PP dan PA saja, tetapi harus diselesaikan melalui kolaborasi lintas bidang, lintas sektor dan lintas disiplin yang melibatkan instansi pemerintah pusat dan daerah, akademisi, lembaga masyarakat, ataupun dunia usaha di kawasan Indonesia Timur."

Kerja bersama
Menurut Yohana, kunci percepatan pembangunan di kawasan timur terletak pada sinkronisasi dan kerja bersama untuk membangun SDM. Beperapa contoh pengalaman baik yang telah dilakukan bersama ialah meningkatkan usaha mikro dan kecil. Selain itu, perlu meningkatkan partisipasi anak untuk sekolah dan kesehatan masyarakat.

"Karena itu, pertemuan koordinasi wilayah timur merupakan komitmen kita kepada masyarakat Indonesia timur untuk memulai kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, ormas, akademisi dan dunia usaha," kata dia.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan kehadiran negara bisa dibuktikan dengan mendorong para perempuan agar bisa terus berkarya dan meraih prestasi serta mampu membaca setiap peluang yang ada. (Ant/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya