Teknologi dan Ilmu Kesehatan masih Favorit

MI/Pro/X8
10/5/2015 00:00
Teknologi dan Ilmu Kesehatan masih Favorit
(FOTO ANTARA/ Str- Ujang Zaelani)
SEBANYAK 137.005 siswa atau 16,08% dari 852.093 yang mendaftar seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2015 di nyatakan diterima lewat pengumuman resmi kemarin sore. Sebanyak 30.490 siswa yang lolos ialah peserta bidik misi. Ketua Pelaksana SNMPTN 2015 Rochmat Wahab mengatakan jumlah siswa yang diterima tersebut lebih kecil atau di bawah yang ditargetkan, yakni 152.000 siswa. Sebabnya, hanya jumlah tersebut yang memenuhi kualifi kasi (standar nilai) yang telah ditentukan. "Atau mungkin universitasnya kekurang an peminat," kata Rochmat pada konferensi pers hasil SNMPTN di Jakarta.

Akibat tidak terpenuhinya kualifikasi siswa-siswa tersebut, sekitar 15 ribu kursi di PTN dinyatakan gugur. Menurut Rochmat, daerah dengan jumlah siswa diterima terbanyak ialah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Di sisi lain, bidang studi teknik informatika dan farmasi menjadi jurusan dengan peminat terbanyak dari jurusan IPA, serta manajemen dan komunikasi dari IPS. Universitas dengan jumlah siswa diterima terbanyak ialah Universitas Brawijaya, Malang. Terkait program studi yang paling diminati, lanjutnya, berkaitan erat dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

"TI dan farmasi sedang booming. Ini menarik, terlihat teknologi dan kesehatan masih menjadi favorit," ujarnya. Seluruh siswa yang telah dinyatakan diterima, tambah Rochmat, diharuskan mendaftar ulang dan verifi kasi data di universitas tempatnya diterima. Status penerimaan peserta SNMPTN sebagai mahasiswa di PTN tujuan akan ditentukan setelah melewati proses verifi kasi data akademik berupa rapor dan portofolio asli. Verifi kasi nilai itu penting karena tidak menutup kemungkinan sekolah melakukan upaya-upaya curang untuk mendongkrak nilai siswanya. Bagi siswa yang tidak diterima, tambahnya, jangan berkecil hati dan dapat mengikuti Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) yang dibuka mulai 11-29 Mei 2015.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya