Muhammadiyah Tetapkan Puasa dan Lebaran

MI/Mut/Ant/H-1
05/5/2015 00:00
Muhammadiyah Tetapkan Puasa dan Lebaran
(DOK)
PIMPINAN Pusat (PP) Muhammadiyah mengumumkan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1436 Hijriyah sesuai dengan hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. "Berdasarkan hasil hisab, PP Muhamamdiyah menetapkan tanggal 1 Ramadan 1436 H ja-tuh pada Kamis, 18 Juni 2015. Kemudian 1 Syawal jatuh pada Jumat, 17 Juli 2015," ungkap Sekjen Muhammadiyah Abdul Mu'ti saat dihubungi, kemarin. Hal itu sebagaimana tertuang di dalam Maklumat PP Muhammadiyah No.01/MLM/1.0/E/2015 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1436 Hijriyah.

Dijelaskan, bahwa ijtimak (posisi bulan dan matahari bertemu) jelang Ramadan terjadi pada Selasa Legi, 16 Juni 2015. Tinggi hilal malam itu -2,15 derajat, artinya saat matahari terbenam, hilal berada di bawah ufuk (hilal belum wujud) dan tidak bisa dilihat. "Karena menghitung berdasarkan hisab, kapan pun itu dilakukan hasilnya akan sama. Di dalam Alquran hal itu sudah pasti, dengan kita melihat peredaran bulan, bumi, dan matahari."

Di sisi lain, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pihaknya terus berupaya untuk menyamakan awal Ramadhan dan Syawal dengan sejumlah ormas Islam, seperti Muhammadiyah. Menag berharap terjadi keberhasilan penyamaan kalender Hijriah di Indonesia. Dengan begitu, Indonesia dapat menjadi pelopor di dunia dalam menyatukan kalender yang merujuk pada penanggalan qomariyah atau berdasarkan peredaran bulan.

"Kami kemarin diskusi muzakarah dengan PP Muhammadiyah. Alhamdulillah semua pimpinan PP Muhammadiyah hadir. Ada kesamaan tujuan cara pandang dan keinginan agar setidaknya kita bisa menyatukan kapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah," katanya di Jakarta, kemarin. Menag mengatakan penyatuan kalender Hijriah merupakan hal yang penting karena erat kaitannya dengan persoalan keumatan dan ibadah.

Di lain kesempatan, Direktur Urais Kementerian Agama Mochtar Ali mengatakan hasil hisab Muhammadiyah sama dengan yang tertera di dalam kalender 2015, hasil ketetapan pemerintah awal Ramadan dan Idul Fitri. Kendati begitu, menurutnya, keputusan pemerintah terkait hal itu akan tetap dibahas melalui sidang isbat. Saat dihubungi secara terpisah, Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Masdar Farid Mas'udi enggan menanggapi hal tersebut. Menurutnya, hingga tiba waktunya nanti, masyarakat cukup melihat sesuai jadwal yang ada di kalender.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya