Kick Andy Tularkan Peduli Demensia

MI
12/3/2016 10:30
Kick Andy Tularkan Peduli Demensia
(MI/Rommy Pujianto)

PENYAKIT demensia alzheimer atau lebih dikenal dengan gejala kepikunan sering dianggap biasa oleh kebanyakan orang. Padahal, dampaknya bukan hanya pada kesehatan penderita, melainkan juga pada orang-orang yang berada di sekitarnya.

Namun, acara Kick Andy edisi Melawan Pikun yang tayang pada 4 September 2015 bisa membangkitkan semangat banyak orang untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit demensia tersebut.

Terbukti, dalam kurun waktu tiga bulan seusai ditayangkan, Alzheimer's Disease International (ADI) menerima laporan dari tiga rumah sakit (RS), yaitu RSCM di Jakarta, RS Sardjito di Yogyakarta, dan RS Kariadi di Semarang bahwa deteksi dini demensia alzheimer meningkat hingga 300%.

Bahkan, tayangan itu juga mampu mengubah perilaku hampir 350 ribu orang Indonesia di Belanda yang tergerak melakukan deteksi dini demensia. "Itulah alasan kami mendaulatnya (Andy) sebagai Sahabat Demensia supaya bisa meneruskan apa yang sudah dilakukan dengan baik," ujar Executive Director ADI Marc Wortmann seusai memberikan penghargaan kepada Andy F Noya, presenter Kick Andy, di kantor Media Group, Jakarta, kemarin (Jumat, 11/3).

Ia berharap di masa depan bisa terjalin kerja sama dalam membuat kompetisi dokumenter. Dengan begitu, semakin banyak generasi muda yang turut mengampanyekan peduli demensia.

Menurut Andy, sosialisasi memang diperlukan untuk menyadarkan masyarakat terhadap bahaya demensia alzheimer, sebab saat ini penyakit itu menjadi satu ancaman yang serius.

Berdasarkan laporan ADI pada 2015 misalnya, jumlah penduduk Indonesia yang sudah terkena demensia sekitar 1,2 juta orang. Bahkan diprediksi terus bertambah hingga 2,2 juta orang pada 2030 dan naik menjadi 4 juta orang pada 2050. "Semakin banyak orang yang ikut menyadari, semakin kita bisa menekan segala kemungkinan dampaknya," ucap Andy.

Mantan Pemimpin Redaksi Media Indonesia itu pun mendukung program Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang lebih dulu memproklamasikan Jakarta sebagai kota ramah demensia. "Kita mesti dukung agar apa yang sudah dilakukan oleh Pak Ahok bisa ditiru kepala daerah lain di seluruh Indonesia. Masyarakat perlu tahu alzheimer tidak bisa sembuh, tetapi bisa dicegah," tutup Andy.(Mut/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya