Pendidikan itu Memberi Teladan, bukan Memerintah

MI/Ardi Teristri Hadi
03/5/2015 00:00
Pendidikan itu Memberi Teladan, bukan Memerintah
(MI/ARDI T RISTY)
SEKUMPULAN mahasiswa dari Fakultas Ilmu Pendidikan Program Studi Kebijakan Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tampak khidmat saat berziarah di Makam Wijayabrata, makam keluarga Taman Siswa, Sabtu (2/5), bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Di makam itulah beristirahat tokoh pendidikan nasional Ki Hadjar Dewantara. Tanggal 2 Mei merupakan hari kelahiran si Teratai, julukan yang diberikan Sanusi Pane untuk Ki Hadjar dalam puisinya berjudul Teratai.

Usai berziarah dan tabur bunga, mereka duduk bersila di pelataran makam untuk berdiskusi membedah konsep pendidikan yang diwariskan Ki Hadjar Dewantara. Ki Tulik Sukardono, anggota Pleno Majelis Luhur Taman Siswa, membedah pemikiran dan konsep pendidikan Ki Hadjar melalui dialog dengan para mahasiswa UNY. Dalam diskusi itu, M Luthfi Hendrato, salah seorang mahasiswa UNY, menyebutkan salah satu ajaran penting Ki Hadjar yang diingatnya ialah konsep tentang tri pusat pendidikan. "Dalam pendidikan, Ki Hadjar menekankan pentingnya tiga pusat pendidikan, yaitu pendidikan di keluarga, sekolah, dan masyarakat," ujarnya.

Ia berjanji kelak lulus kuliah dan menjadi pendidik siap menerapkan ajaran Ki Hadjar yang tidak lekang dimakan zaman. Saat menanggapi pernyataan Luthfi, Ki Tulik Sukardono mencontohkan salah satu pokok falsafah yang selalu dikenang dari Ki Hadjar ialah sistem among dalam ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangunkarso, dan tut wuri handayani.
Sistem among tersebut bisa diterapkan di tiga sistem pendidikan dan pengajaran, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. "Dalam sistem itu, keteladanan dan kesederhanaan yang ditonjolkan," kata dia. Dengan demikian, pendidikan dan pengajaran tidak memerintah, tetapi memberi keteladanan dan bisa menempatkan diri pada alam lingkungan sekarang, serta tidak melupakan budaya bangsa.

Ki Tulik berharap pendidikan di Indonesia di masa depan dapat jauh lebih baik dengan meneladani ajaran-ajaran baik yang sudah diwariskan Ki Hadjar. "Di masa sekarang banyak ajaran hidup ketamansiswaan yang sumbernya dari pola inspirasi, pikir dan gerak Ki Hadjar yang bisa kita teladani. Pendidikan yang diajarkan haruslah sesuai dengan konsep nasionalisme NKRI," harapnya.

Yulia Christiana Nany Sutarini, dosen UNY yang ikut dalam diskusi itu, mengapresiasi diskusi pendidikan yang melibatkan anak muda, penerus bangsa. Ia pun sepaham dengan Ki Tulik bahwa seharusnya dunia pendidikan kembali mengingatkan dan menggali nilai-nilai yang diwariskan Ki Hadjar. "Penting pula bagi anak-anak muda untuk tetap mengingat dan menimba ilmu tentang konsep-konsep yang diajarkan Ki Hadjar," tegasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya