UN SMA 2015 tidak Perlu Diulang

MI/Syarief Oebaidillah
02/5/2015 00:00
UN SMA 2015 tidak Perlu Diulang
(Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)
KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya memutuskan pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA, SMK, dan yang sederajat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nanggroe Aceh Darussalam bersih dari kebocoran. Dengan demikian, pelaksanaan UN ulang tidak perlu lagi diulang di kedua provinsi tersebut. "Naskah soal memang sempat diunggah di daring. Namun, bocoran soal tersebut tidak dipakai oleh para siswa," ujar Mendikbud Anies Baswedan, di Jakarta, Kamis (30/4).

Berdasarkan analisis Kemendikbud, tidak ada pola anomali (menyimpang) dalam lembar jawaban siswa. Dengan tidak ditemukannya pola jawaban yang mencurigakan dari siswa tersebut, tim peneliti menyimpulkan para siswa di provinsi itu mengerjakan soal ujian dengan jujur. Pasalnya, bila terjadi kecurangan, pola jawaban antarsiswa mungkin akan seragam. Anies menambahkan, hasil itu juga membuatnya bangga dan terkesan dengan para peserta ujian yang secara kolektif memilih tidak menggunakan dokumen terlarang dalam persiapan UN.

Menurut dia, nilai integritas pelaksanaan UN yang tinggi bukan sebuah kebetulan, melainkan hasil proses pembelajaran lintas tahun. Pernyataan Anies itu sendiri berkenaan dengan kejadian diunggahnya 30 paket soal untuk enam mata pelajaran UN SMA jurusan IPA oleh oknum Perum Percetakan Negara melalui Google Drive. Dari kode soal yang tercetak dalam unggahan, diketahui naskah itu untuk Aceh dan DIY. Saat ini, pelaku sudah diamankan Bareskrim Mabes Polri. Sementara itu, Anies menyatakan hasil pemindaian UN SMA yang dilakukan perguruan tinggi negeri (PTN) sudah rampung.

Semua hasil pemindaian itu sudah masuk ke Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud untuk diolah kembali. Dia memperkirakan pada hari ini (Sabtu, 2/5) atau bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) hasil UN dapat diserahkan ke panitia seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) agar digunakan dalam penerimaan mahasiswa baru.

UN SMP
Sementara itu, terkait pelaksanaan UN SMP dan yang sederajat, Kabalitbang Kemendikbud Furqon menyatakan naskah UN SMP sudah terdistribusi hingga 81%. Dia mengaku optimistis soal UN SMP pada tahun ini akan tuntas terdistribusi sebelum jadwal pelaksanaan UN. UN SMP pada tahun ini akan digelar pada 4-7 Mei 2015 dan diikuti 50.515 SMP dengan total peserta sekita 3,7 juta siswa.

Sementara itu, ruangan penyimpanan naskah UN untuk SMP di Banyumas, Jawa Tengah, dikawal dan dijaga ketat oleh Kepolisian. Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Banyumas, Agus Wahidin, menyatakan dengan pengawalan itu, kemungkinan adanya kebocoran soal sangat kecil. Pegawalan serupa juga dilakukan di Bojonegoro. Kabag Humas dan Infokom Pemkab Lamongan, Sugeng Widodo, menyatakan pada Kamis (29/4) malam, naskah soal sudah berada di kantor polres setempat. Di Kota Surakarta, pihak SMP 1 dan SMP Negeri 4 mengaku siap melaksanakan UN berbasis komputer (UN CBT). "Sarana dan prasarana sudah dalam kondisi siap," kata Ketua Panitia UN 2015 Kota Surakarta, Aryo Widyandoko.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya