14 Personil PKPU Bantu Gempa Nepal

MI/Bay
02/5/2015 00:00
14 Personil  PKPU Bantu Gempa Nepal
(MI/Dok)
Tim Disaster Risk management (DRM) PKPU mulai beraktifitas secara rutin dalam keterlibatannya membantu pencarian korban dan pelayanan medis di pengungsian korban gempa  Nepal. Dari rilis Humas PKPU kepada pers Sabtu (2/5) menyebutkan banyak personil relawan termasuk Tim Love for Nepal PKPU yang juga bergabung dalam misi ini berasal dari berbagai negara.

Tim Love for Nepal PKPU tahap pertama saat ini menurunkan tim pencarian dan penyelamatan (SAR)  terdiri  lima  orang, tim medis enam orang dan tiga  orang relawan lokal. Adapun tim yang beranggotakan 14 orang tersebut  direncanakan   melanjutkan misinya hingga dua  pekan pasca gempa  30 April lalu. Disamping itu beberapa relawan dari luar Nepal terus berdatangan termasuk tim medis dan SAR dari Italia dan Bulgaria.

Pada kesempatan  diskusi terbatas dengan Tim DRM PKPU, mereka meminta penjelasan terbaru tentang situasi paska gempa di wilayah Kathmandu termasuk peran yang sudah dilakukan oleh Tim selama teribat dalam bantuan. Sementara relawan dari Malaysia  akan bergabung  Senin (4/5)  bersama tim DRM PKPU guna melanjutkan  aktivitas penilaian dampak gempa dan distribusi logistik.

Dalam pantauan Tim Love for Nepal PKPU,gempa susulan yang terjadi  banyak bangunan  runtuh membuat warga trauma sehingga  memilih mendirikan tenda di luar rumah.Selain itu, kegiatan ekonomi  pada beberapa tempat masih belum pulih. Toko dan pusat perbelanjaan belum sepenuhnya beroperasi. Dengan situasi seperti itu, maka beberapa lokasi yang terdampak khususnya wilayah Kathmandu, Gurkha dan lokasi lainnya masih akan menjadi sasaran operasi para relawan dan tim kemanusiaan PKPU untuk respon tanggap darurat. "Masih banyak lokasi yang belum terjangkau oleh bantuan kemanusiaan khususnya di wilayah Gurkha karena kondisi geografis perbukitan, jaringan komunikasi yang terhambat bahkan akses jalan yang terputus,"  ungkap  Mayin, relawan asal Gurkha dalam perbincangan dengan tim PKPU di Kathmandu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya