Tim Disaster Risk management (DRM) PKPU mulai beraktifitas secara rutin dalam keterlibatannya membantu pencarian korban dan pelayanan medis di pengungsian korban gempa Nepal. Dari rilis Humas PKPU kepada pers Sabtu (2/5) menyebutkan banyak personil relawan termasuk Tim Love for Nepal PKPU yang juga bergabung dalam misi ini berasal dari berbagai negara.
Tim Love for Nepal PKPU tahap pertama saat ini menurunkan tim pencarian dan penyelamatan (SAR) terdiri lima orang, tim medis enam orang dan tiga orang relawan lokal. Adapun tim yang beranggotakan 14 orang tersebut direncanakan melanjutkan misinya hingga dua pekan pasca gempa 30 April lalu. Disamping itu beberapa relawan dari luar Nepal terus berdatangan termasuk tim medis dan SAR dari Italia dan Bulgaria.
Pada kesempatan diskusi terbatas dengan Tim DRM PKPU, mereka meminta penjelasan terbaru tentang situasi paska gempa di wilayah Kathmandu termasuk peran yang sudah dilakukan oleh Tim selama teribat dalam bantuan. Sementara relawan dari Malaysia akan bergabung Senin (4/5) bersama tim DRM PKPU guna melanjutkan aktivitas penilaian dampak gempa dan distribusi logistik.
Dalam pantauan Tim Love for Nepal PKPU,gempa susulan yang terjadi banyak bangunan runtuh membuat warga trauma sehingga memilih mendirikan tenda di luar rumah.Selain itu, kegiatan ekonomi pada beberapa tempat masih belum pulih. Toko dan pusat perbelanjaan belum sepenuhnya beroperasi. Dengan situasi seperti itu, maka beberapa lokasi yang terdampak khususnya wilayah Kathmandu, Gurkha dan lokasi lainnya masih akan menjadi sasaran operasi para relawan dan tim kemanusiaan PKPU untuk respon tanggap darurat. "Masih banyak lokasi yang belum terjangkau oleh bantuan kemanusiaan khususnya di wilayah Gurkha karena kondisi geografis perbukitan, jaringan komunikasi yang terhambat bahkan akses jalan yang terputus," ungkap Mayin, relawan asal Gurkha dalam perbincangan dengan tim PKPU di Kathmandu.