PEMERINTAH sedang merumuskan formula sistem penaikan upah yang lebih adil bagi para buruh, tetapi sekaligus dapat diprediksi oleh dunia usaha.
Besaran naiknya upah, mekanisme pengupahan berdasarkan inflasi, produktivitas kerja, dan kemampuan perusahaan masih jadi pembahasan saat ini.
"Ada berbagai usulan formula penaikan upah, tapi masih kita pertimbangkan," kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam orasinya, di depan ribuan buruh yang memperingati Hari Buruh Internasional, di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Istana Kepresidenan di Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, kemarin.
Menurut Hanif, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan (stakeholder)sedang menyelesaikan rancangan peraturan pemerintah tentang pengupahan.
Selain penaikan upah buruh, pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan pekerja dan buruh.
Salah satunya dengan penerapan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang bertujuan memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam orasinya, Hanif juga memastikan, penaikan upah buruh akan dilaksanakan setiap tahun, bukan lima tahun seperti isu yang beredar.
Di sisi lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan pentingnya penyediaan lapangan kerja baru.
Untuk itu, ia meminta kerja sama berbagai pihak untuk menciptakan suasana yang kondusif antara pekerja dan dunia usaha.
"Sekitar 2 juta lapangan kerja disiapkan dalam bentuk kebijakan ekonomi. Kalau sistem kerja kita keras-kerasan, akan sulit mendapat lapangan kerja," ujar Kalla seusai meninjau posko nasional pemantauan May Day 2015, di Markas Besar Kepolisian RI.
Wakil Presiden juga mengapresiasi perayaan hari buruh yang berlangsung relatif kondusif.
"Tidak ada unjuk rasa dalam artian sweeping atau penutupan jalan. Semua bentuk perayaan bergembira, tentu ada orasi-orasi yang bersifat umum. Saya berterima kasih kepada Kapolri, tenaga kerja, dan khususnya semua organisasi buruh yang merayakan 1 Mei ini dengan lancar," ucapnya.
Kalla tiba di Mabes Polri pukul 13.27 WIB dengan VW Caravelle hitam tanpa pengawalan ketat.
Tidak lama berselang, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri juga tiba.
Pada saat pemantauan posko, Wapres didampingi Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kabareskrim Komjen Budi Waseso, dan Wakapolri Komjen Budi Gunawan.
Harus realistis Saat dihubungi secara terpisah, Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar mengatakan penaikan upah sebesar 32% yang diusulkan para buruh tidak realistis.
Untuk itu OPSI mendorong sejumlah serikat pekerja untuk menuntut yang realistis dengan mempertimbangkan besaran inflasi, pertumbuhan perekonomian, dan kemampuan perusahaan.
"Penaikan upah buruh sebesar 15% dianggap ideal. Kalau 32%, itu akan membebani perusahaan. Kalau perusahaan tutup, jumlah pengangguran naik. Kita (buruh) salah juga," tegasnya.
Sekitar 1,5 juta buruh di seluruh daerah turun ke jalan untuk memperingati May Day 2015.
Peringatan Hari Buruh tersebut cukup kondusif, tidak ada tindakan anarkistis.
Namun, sekitar pukul 16.30 seorang pria berusia sekitar 40-45 tahun terjatuh dalam keadaan terbakar dari atap tribune Gedung Gelora Bung Karno (GBK).
Korban tewas di tempat.
Akibatnya, pertunjukan Ahmad Dani pun dihentikan. (Wib/DA/X-8)