"KARENA saya ingin jadi mahasiswa yang enggak cuma kuliah, pulang, kuliah, pulang begitu saja," sahut Aizzul Mufaridah, mahasiswi Jurusan Teknik Informatika Universitas Gunadarma angkatan 2013 kepada Media
Indonesia di Jakarta, Rabu (29/4).
Perempuan yang akrab disapa Zul ini mengatakan terlalu monoton jika masa studinya di kampus hanya diisi dengan kegiatan kuliah.
Karena itu, ia memutuskan bergabung dengan organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapa) Universitas Gunadarma sejak setahun lalu.
Keputusannya itu dibuat berdasarkan cita-citanya semasa SMA.
Keinginannya terwujud saat salah seorang temannya mengarahkannya untuk mendaftar menjadi anggota Mapa tersebut.
"Waktu SMA, saya punya angan-angan kalau nanti sudah kuliah, saya ingin ikut kegiatan yang kegiatannya benar-benar di alam. Kebetulan, temanku mengajak daftar Mapa dan dia jelasin Mapa itu kegiatannya sering naik gunung, jalan-jalan gitu deh. Tanpa pikir panjang, saya langsung bilang ayo," celoteh Zul tentang awal mula masuk Mapa.
Perempuan berkerudung itu mengaku banyak nilai tambah yang dia peroleh selama mengikuti kegiatan tersebut.
Salah satunya ialah ilmu baru yang dia tidak pernah dapatkan dalam perkuliahan.
Misalnya saat dia belajar bagaimana harus menghadapi arus dengan tepat saat melewati jeram agar perahu yang terbalik bisa kembali ke posisi semula dalam waktu sepersekian detik.
"Itu baru salah satu tantangan di arung jeram. Masih banyak tantangan-tantangan lain seperti saat menghadapi gunung, hutan, panjat tebing maupun caving," imbuhnya.
Untung saja, jadwal kegiatannya di organisasi masih bisa disesuaikan dengan kegiatan perkuliahannya.
Kalaupun ada jadwal yang bentrok, Dewan Pengurus Mapa akan memberitahukan kegiatan itu sekaligus meminta izin kepada pihak kampus.
Sejauh ini, ia mengaku masih dapat mengimbangi kedua kegiatan dengan baik.
Apalagi, organisasi yang dipilihnya dijalani sepenuh hati tanpa beban.
"Ketika kita menentukan pilihan sesuai impian dan tujuan, kita pasti menjalankannya dengan sepenuh hati supaya tidak merasa terbebani. Sejauh ini, tantangan yang saya hadapi di Mapa, saya jadikan bahan
belajar untuk menghadapi tantangan-tantangan selanjutnya," tukasnya.
Penyeimbang kehidupan Tidak hanya Zul, banyak mahasiswa lain yang menaruh minat untuk terlibat dalam kegiatan di luar perkuliahan.
Alih-alih menganggap gangguan, pihak kampus justru menganggap keberadaan unit kegiatan mahasiswa sebagai sesuatu yang perlu didukung.
Rektor Universitas Tarumanegara (Untar) Roesdiman Soegiarso bahkan menyatakan kegiatan ekstrakulikuler merupakan nilai tambah bagi sivitas akademika secara keseluruhan.
"Minat mahasiswa di bidang UKM cukup tinggi. Hal ini sebenarnya digunakan untuk balancing antara akademik dan kegiatan ekstrakulikuler. Mereka kan juga membutuhkan penyaluran bakat, minat, dan hobi mereka di bidang nonakademik," ungkap Roesdiman dalam kesempatan berbeda.
Sebagai bentuk dukungan, Untar memfasilitasi berbagai kegiatan ekstrakulikuler dengan memberi wadah secara resmi yang meliputi bidang kerohanian, olahraga, seni, kegemaran, bela diri, pecinta alam, dan kegemaran tingkat fakultas.
Roesdiman menyatakan dari sekian banyak bidang kegiatan, UKM bidang olahraga dan kesenian lah, seperti Paduan Suara Universitas Tarumanegara (PSUT) dan Liga Bola Basket, paling banyak diminati mahasiswa.
Alasannya, seluruh mahasiswa Untar dapat mengikuti kegiatan tersebut tanpa keahlian khusus, selain memang banyak mahasiswa yang memiliki hobi serupa.
Bentuk dukungan lainnya diberikan lewat pembinaan dan pembiayaan.
Atas dukungan tersebut, UKM kesenian dan olahraga dapat memiliki pelatih khusus yang secara profesional melatih para mahasiswa yang menjadi anggota.
Dengan begitu, kegiatan yang awalnya sekadar hobi bisa berbuah prestasi dalam sejumlah kompetisi.
Sederet prestasi yang dihasilkan para mahasiswa Untar di antaranya juara 2 dan 3 EShark National Karting Championship 2015 dalam kategori gearbox yang diwakili oleh UNTAR's Mechanical Engineering Racing Team, juara 3 ITB International Choir Competition 2015 dalam kategori bebas yang diwakili oleh Paduan Suara
Universitas Tarumanegara (PSUT), juara 3 IBS Super Cup IV Jakarta bagi tim basket putra dan putri Untar, juara 1 LIBAMA Jakarta bagi tim basket putra dan putri Untar, dan juara 2 pada PON ke-18 lalu.
"Pihak Untar mendukung secara penuh mahasiswa baik secara moral, pembinaan, maupun dalam segi pembiayaan," pungkas Roesdiman. (S-1)