Menjaring yang Terbaik

Irm/S-4
30/4/2015 00:00
Menjaring yang Terbaik
(ANTARA/Noveradika)
KETIDAKTAHUAN mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi yang tepat akan menjadi pisau bermata dua.

Selain mahasiswanya rugi, perguruan tinggi yang bersangkutan pun bakal meluluskan alumni yang tidak kompeten.

Bagaimanapun, baik buruknya lulusan, menunjukkan seberapa bagus kualitas perguruan tinggi yang bersangkutan, baik negeri maupun swasta.

Dengan menyadari hal itu, Kepala Biro Administrasi dan Sistem Informasi Universitas Gunadarma (UG) Budi Hermana mengatakan upaya menjaring calon mahasiswa berkualitas dilakukan dengan beberapa cara.

Mengakses informasi awal calon mahasiswa secara daring merupakan langkah pertama yang dilakukan.

"Calon mahasiswa bisa mendapatkan formulir secara langsung atau mengunduhnya online di laman resmi kami. Dengan persyaratan yang sudah kami tentukan, kelengkapan informasi dari mereka dapat menjadi bahan pertimbangan awal," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, di Jakarta, kemarin.

Di tahap kedua, Gunadarma melakukan serangkaian tes berbasis komputer, meliputi tes potensi akademik, matematika dasar, serta bahasa Inggris dasar.

Tes lanjutan dilakukan lewat wawancara, psikologi, serta tes narkoba.

"Agar benar-benar mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas," sebutnya.

Selain itu, Gunadarma juga menjaring calon mahasiswa yang berkualitas melalui jalur beasiswa berprestasi, melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan sekolah-sekolah yang memiliki pelajar berprestasi.

Salah satunya ialah Melin Kristiyanti, mahasiswi S-1 Jurusan Akuntansi Angkatan 2012 Universitas Gunadarma.

"Waktu itu UG melihat hasil tes saya dari tryout yang diadakan pihak sekolah, kemudian pihak sekolah memberi tahu bahwa saya lolos seleksi. Beasiswa yang diberikan kampus berupa pengurangan biaya kuliah," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Pengalaman yang sama juga dialami oleh Nuraizat Insan Firamdan, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Angkatan 2010.

"Saya lolos seleksi di Gunadarma dengan jalur reguler. Setelah mengikuti serangkaian tes, akhirnya saya lolos," ujarnya.

Persiapan yang dilakukan Nuraizat ialah dengan mengikuti bimbingan belajar informal di luar sekolah, membaca buku-buku yang berkaitan dengan tes potensi akademik, serta mengambil contoh-contoh soal di internet.

"Bila niat kita untuk memilih jurusan sudah tepat dan kita belajar dengan giat, segala soal pasti dapat kita jawab dengan mudah," pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya