Akademisi dan Budayawan Beri Wawasan Keluarga Besar Kampus UHAMKA
MI/Bay
29/4/2015 00:00
(Dok)
Guna membekali mahasiswa dan dosen memunyai nilai tambah dalam pengetahuan dan wawasan ke depan.Kampus Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) mengundang pakar seperti akademisi dan budayawan. Hal tersebut dikemukakan Rektor UHAMKA Suyatno didampingi Wakil Rektor UHAMKA Gunawan Suryoputro kepada pers di kampus UHAMKA, Jakarta, Rabu (29/4). Suyatno menjelaskan Uhamka rutin mengadakan kegiatan diskusi bulanan atau disebut Diskusi Wawasan dengan mengundang pakar antara lain budayawan Emha Ainun Najib, Radhar Panca Dahana, akademisi Guru Besar UIN Jakarta,Azyumardi Azra ,Staf Khusus Menristek Dikti Abdul Wahid Maktub dan lain lain.
"Kami membekali mahasiswa dan dosen dengan wawasan dan integritas dari narasumber berintegritas .Jadi kami minta para dosen tidak menambah kekayaan dengan bekerja terus menerus namun juga transfer ilmu dan idealisme melalui pakar dan budayawan,kita perlu semacam recharger,"kata Suyatno. Namun lebih dari itu,lanjut Suyatno, sebagai insan religius bentuk aktivitas yang dilakukan merupakan bentuk beribadah kepada Allah.
"Ada nilai yang penting bahwa kita bekerja dan beraktivitas hakikatnya sebagai sarana menuju persembahan kepada Allah swt.Nah,kita ini kering terhadap nilai -nilai spritual tersebut,"tegasnya. Sementara itu,Staf Khusus Menristek Dikti Abdul Wahid Maktub saat Diskusi Wawasan bertajuk Pengelolaan PT Menghadapi MEA 2015 mengatakan menghadapi era Masyarakat Ekonomi Eropa (MEA) 2015 kalangan pendidikan khususnya Pendidikan Tinggi (PT) harus mengubah mindset atau pola pikir.Selain itu, PT harus memunyai standarisasi yang bernilai lokal,nasional juga internasional.
"Era MEA nanti ,ditandai liberalisasi barang, jasa dan manusia, kita harus persiapkan diri dengan mengubah diri tidak hanya memiliki kemampuan standarisyasi lokal, nasional juga standarisasi internasional.Nah, untuk itu harus ada perubahan mindset kalangan pendidikan dari dasar hingga ke pendidikan tinggi,"kata Abdul Wahid Maktub. Menurut Wahid, kalangan PT memunyai posisi penting dan strategis sebagai barometer kunggulan sebuah masyarakat dan bangsa. Ia mengingatkan menghadapi MEA kita jangan jadi penonton namun jadilah kita pelaku.Karena MEA menyatukan ASEAN secara politik ekonomi dan budaya maka kita harus meyakinkan kultur dan spritual kita lebih unggul.(Bay)