Update Covid-19 per 17 Juni: 41.431 Positif dan 16.243 Sembuh

Ferdian Ananda Majni
17/6/2020 16:29
Update Covid-19 per 17 Juni: 41.431 Positif dan 16.243 Sembuh
Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, saat memberikan keterangan pers.(ANTARA)

JURU bicara pemerintah untuk penanggulangan Covid-19, Achmad Yurianto, melaporkan terdapat penambahan kasus positif Covid-19 per Rabu (17/6) yakni sebanyak 1.031 kasus. Jadi, total kasus positif Covid-19 menjadi 41.431 orang.

Sementara, untuk pasien Covid-19 yang sembuh ada penambahan dan kini totalnya menjadi 16.243. Ada penambahan 45 orang meninggal dunia akibat Covid-19 dan totalnya menjadi 2.276 orang. Untuk orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya mencapai 42.714 orang dan pasien dalam pemantauan sebanyak 13.279, serta sedikitnya 348.278 orang sudah diperiksa dan hasilnya negatif 306.847 orang.

Baca juga: Sekolah Bisa Dibuka, Guru di Zona Hijau Belum Dapat Arahan Pemda

"Hari ini kita telah melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 19.757 spesimen sehingga total sampai hari ini yang sudah kita periksa adalah 559.872 spesimen baik kita periksa dengan Real Time PCR maupun dengan TCM cepat molekuler yang sudah kita distribusikan ke seluruh Rumah Sakit kurang lebih 422 rumah sakit," kata Yurianto dalam keterangan pers di Gedung BNPB Jakarta Timur, Rabu (17/6).

Dia menjelaskan distribusi kasus baru yang didapatkan masih didominasi pada lima provinsi yang terbanyak melaporkan kasus konfirmasi positifnya di antaranya, Jawa Timur (225 kasus baru dan 56 kasus sembuh), DKI Jakarta (127 kasus baru dan 116 kasus sembuh), Jawa Tengah (115 kasus baru dan 65 kasus sembuh), Kalimantan Selatan (86 kasus baru dan 80 kasus sembuh), Sulawesi Selatan (84 kasus baru dan 16 kasus sembuh).

Selain itu, ada 17 provinsi yang hari ini melaporkan penambahan kasus di bawah 10 dan ada 4 provinsi yang hari ini tidak melaporkan ada penambahan kasus sama sekali.

Beberapa provinsi yang melaporkan jumlah sembuh lebih banyak daripada kasus positif yang dilaporkan hari ini di antaranya adalah Nusa Tenggara Barat (21 kasus baru dan 31 kasus sembuh), Kepulauan Riau (9 kasus baru dan 12 kasus sembuh), Kalimantan Timur (5 kasus baru dan 17 kasus sembuh), Sumatera Barat (4 kasus baru dan 6 kasus sembuh), Sulawesi Barat (1 kasus baru dan 5 kasus sembuh), Kalimantan Utara (tidak ada laporan kasus baru tetapi dilaporkan 8 kasus sembuh), dan Sulawesi Tengah (tidak ada kasus baru dan 4 kasus sembuh).

"Komunikasi yang kami lakukan dengan Dinas Kesehatan terkait dengan masih tingginya kasus ini, diperoleh dari tracing atau penelusuran kontak dekat dari kasus positif yang dirawat di rumah sakit dilakukan secara lebih agresif dan kemudian dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan PCR atau TCM Ini menunjukkan bahwa pemeriksaan atau testing secara lebih banyak secara masif telah kita mulai," sebutnya.

Pihaknya juga dalam beberapa minggu terakhir ini melaksanan berbasis pada hasil pressing yang agresif sehingga menjadi penting karena bersama mengidentifikasi kasus positif maka bisa menentukan langkah lebih lanjut diantaranya adalah melaksanakan isolasi yang tepat dan perawatan manakala temukan gejala-gejala yang signifikan agar tidak menjadi sumber penularan baru di tengah masyarakat.

"Kami meyakini betul bahwa tracing yang kita lakukan secara agresif belum bisa menjangkau 100% kontak rapid test. Oleh karena itu kita harus merubah kebiasaan-kebiasaan yang baru di dalam konteks untuk berkomunikasi secara sosial di dalam konteks untuk melaksanakan aktivitas produktif lagi dengan mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya