TIGA kawasan hutan di Indonesia yang termasuk wilayah deforestation fronts (deforestasi tinggi) diperkirakan hilang dalam 15 tahun ke depan jika tren kerusakan hutan kini tak berubah. Ketiga kawasan hutan itu ada di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
\"Di Sumatra saja, bisa hilang 5 juta hektare (ha) hutan. Kalimantan 22 juta ha dan Papua mencapai 7 juta ha. Jadi, sekitar 34 juta ha hutan bisa hilang pada 2030,\" ujar Direktur Program Hutan World Wide Fund for Nature (WWF) International Rodney Taylor pada laporan WWF Living Forests, di Jakarta, kemarin.
Pada laporan itu, ia menjelaskan secara global pada 2030, lebih dari 170 juta hektare hutan dari 11 wilayah deforestation fronts di dunia diperkirakan hilang. Ke-10 wilayah ada di daerah tropis yang berkontribusi pada lebih dari 80% kehilangan hutan. Sumatra, Kalimantan, dan Papua ialah daerah tropis yang berada di Indonesia.
Berdasarkan data Forest Watch Indonesia pada 2013, hutan alam Indonesia tersisa 82 juta ha. Itu tersebar di Papua (29,4 juta ha), Kalimantan (26,6 juta ha), Sumatra (11,4 juta ha), dan Sulawesi (8,9 juta ha). Kemudian, Maluku (4,3 juta ha), Bali dan Nusa Tenggara (1,1 juta ha), dan Jawa (675 ribu ha).
Rodney menerangkan untuk wilayah Sumatra saja, saat ini telah hilang lebih dari setengah hutan alam karena dijadikan perkebunan untuk produksi kertas dan minyak sawit. Di Kalimantan, mungkin hanya tersisa kurang dari seperempat luas aslinya pada 2020, serta di Papua, hutan terancam hilang hingga 7 juta ha hingga 2030. \"Maka itu, hal ini harus jadi perhatian kita semua,\" ungkapnya.
Rodney menerangkan hilangnya kawasan hutan bisa terjadi karena adanya perluasan area pertanian dan perkebunan. Namun, ada banyak ancaman lain, seperti pembukaan lahan oleh petani skala kecil, penebangan yang tidak berkelanjutan dan bertanggung jawab, pertambangan, serta proyek infrastruktur lain seperti penyediaan jalan baru dan permukiman.
Konservasi lahan Rodney menyarankan pemerintah dan pembuat kebijakan di tingkat lokal bisa mengubah rencana pembangunan yang berorientasi jangka pendek dengan pendekatan konservasi lahan.
\"Setiap pengambilan keputusan pemanfaatan hutan dan lahan pun harus dilakukan kolaboratif dan bertanggung jawab antara pemerintah, bisnis, dan masyarakat. Moratorium izin penebangan hutan yang baru juga harus mengkaji langkah-langkah penghentian deforestasi serta pengembangan ekonomi yang lebih hijau,\" tambah dia.
Direktur Kebijakan dan Transformasi WWF Indonesia Budi Wardhana menawarkan lima solusi agar hutan di Indonesia selamat dari deforestasi. Tiga dari lima solusi itu ialah meningkatkan dan memperkuat area lindung, mengetahui manfaat hutan, serta mengurangi gas emisi.
\"Selanjutnya, memutus rantai penggunaan bahan dari hutan dalam proses produksi, dan membangun infrastruktur ramah hutan ujarnya.\"