Reisa Broto Asmoro Tugas Edukasi Publik

Ferdian Ananda
09/6/2020 02:35
Reisa Broto Asmoro Tugas Edukasi Publik
Dokter Reisa Broto Asmoro(Dok Instagram @reisabrotoasmoro)

PENAMPILAN dokter Reisa Broto Asmoro, 34, menarik perhatian dalam konferensi pers tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, kemarin.

Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto yang akrab dipanggil Yuri memperkenalkan Reisa yang berdiri di sampingnya sebagai anggota tim komunikasi publik gugus tugas.

“Saya nanti akan ditemani seorang dokter yang selama ini telah aktif, terlibat dalam edukasi pencegahan covid-19 sekaligus bagian tim komunikasi publik gugus tugas, dia dokter Reisa Broto Asmoro,” kata Yuri.

Yuri menjelaskan Reisa nantinya akan menyampaikan informasi dan edukasi terkait pencegahan covid-19, termasuk adaptasi kebiasaan baru untuk menunjuk masyarakat yang produktif dan aman covid-19.

Meskipun informasi yang disampaikan Reisa juga serupa dengan informasi dan pesan yang biasanya disampaikan Yuri, keduanya terlihat berbagi peran. Perempuan kelahiran Malang, 28 Desember 1985 itu memberikan keterangan terkini (update) secara umum, sedangkan Yuri menyampaikan data yang lebih terperinci.

Reisa menyebut gugus tugas covid-19 terus bekerja bersama kementerian dan lembaga serta pihak lain. Oleh karena itu, ia memastikan bekerja berdasarkan arahan Presiden untuk meningkatkan uji spesimen fokus pada tingkat provinsi. “Terutama memanfaatkan sistem teknologi informasi komunikasi dan telekomunikasi terkini. Fokus pada tiga provinsi yang memiliki tingkat penyebaran pandemi yang tinggi,” sebutnya.

Reisa menyampaikan, saat ini telah memeriksa lebih dari 10.000 spesimen setiap hari dan kapasitasnya akan terus ditingkatkan mencapai 20.000 spesimen setiap hari. Begitu juga soal keberadaan 195 laboratorium yang disiapkan untuk mendukung target tersebut.

Tracing atau penyelidikan epidemiologi yang agresif dengan kasus di wilayah zona merah, zona oranye, dan zona kuning. Gugas tugas telah mengumumkan kategori wilayah dengan kategori hijau, kuning, oranye, dan merah sesuai indikator epidemiologi,” paparnya.


Edukasi

Reisa yang bernama asli Reisa Kartikasari bukanlah sosok yang asing di layar kaca. Ia sering tampil di acara kesehatan Dokter OZ dan Ibu Pintar yang ditayangkan di sebuah televisi swasta.

Setelah lulus dari Universitas Pelita Harapan dan Universitas Indonesia, Reisa berkecimpung di dunia forensik ketika bekerja di RS Polri Raden Said Soekanto, Kramat Jati. Ia menjadi anggota tim disaster victim identification (DVI) yang turut terlibat dalam proses investigasi korban Sukhoi dan beberapa kasus bom teroris di Jakarta.

Reisa mengikuti kontes Puteri Indonesia 2010 dan mendapatkan gelar Puteri Indonesia Lingkungan. Ia mewakili Indonesia dalam ajang mendapatkan gelar Miss International 2011 di Tiongkok. Dalam perhelatan itu, ia meraih penghargaan sebagai Duta Energi Bersih.

Sebelum ditunjuk menjadi anggota tim komunikasi, Reisa telah aktif melakukan edukasi mengenai covid-19 melalui akun Instagram-nya. Pekan lalu, ia memaparkan mengenai kenormalan baru setelah pelonggaran aktivitas ekonomi, sosial, dan kegiatan publik dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. ‘Welco ming the new normal versi Indonesia’, tulis Reisa. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya