Sapardi Djoko Damono Lebih Produktif kalau Sepi

MI
08/6/2020 03:30
Sapardi Djoko Damono Lebih Produktif kalau Sepi
Prof Sapardi Djoko Damono(MI/Tosiani)

MASA pembatasan fisik dan sosial yang diakibatkan pandemi korona (covid-19) seperti beberapa waktu belakangan ini punya arti tersendiri bagi sastrawan senior, Prof Sapardi Djoko Damono atau lebih dikenal dengan SDD, 80.

Menurutnya, masa karantina yang mengakibatkan suasana menjadi sepi, seharusnya bisa dimenjadi titik balik seorang sastrawan untuk melahirkan banyak karya. Sapardi mengatakan suasana demikian juga terasa di rumahnya. Apalagi, sekarang ini lalu lintas di sekitarnya tak
sepadat beberapa bulan sebelumnya. “Tapi, dengan cara seperti ini, lebih sepi lagi, itu menyenangkan,” tuturnya, melalui akun Instagram @ damonosapardi, Sabtu (6/6).

Suasana sepi, menurut penulis Hujan di Bulan Juni itu, memang tidak dapat dimungkiri akan berpengaruh pada kehesatan mental seseorang. Namun, seorang penulis dapat mengatasinya dengan dua cara, yakni dengan ‘memasukkan’ dan ‘memuntahkan’.

“Nah, memasukkan sesuatu itu bisa bermacam-macam, bisa membaca, mendengarkan lagu, film, dan segala macam. Itu kan masuk semuanya. Kemudian, kalau kita punya niatan ingin menulis, kita tulis saja semuanya. Dari situ semuanya akan tumpah,” terang laki-laki kelahiran Surakarta itu. (Gas/H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya