Pengawalan Soal UN Diperketat

MI/Syarief Oebaidillah
28/4/2015 00:00
Pengawalan Soal UN Diperketat
(MI/Doddi)
DINAS pendidikan memastikan soal-soal ujian nasional (UN) yang dikirim ke tingkat kabupaten/kota akan disimpan di kantor polisi, agar keamanan dan kerahasiaannya terjaga. ''Seluruh soal UN yang ada, disimpan di Polres atau Polsek setempat,'' ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung M Soleh di Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), kemarin. Di Babel sendiri, kata dia, ribuan soal untuk UN SMP dan sederajat sudah diterima dari percetakan. Ada 19.215 siswa yang bakal mengikuti UN, terdiri dari 16.783 siswa SMP, 2.432 siswa MTs, 977 siswa Paket B, dan 15 orang siswa SMP Luar Biasa.

''Belasan ribu soal akan didistribusikan ke-7 kabupaten/kota di Bangka Belitung pada Kamis (30/4),'' tukas Soleh. UN SMP 2015 digelar serentak mulai 4-7 Mei 2015. Ujian itu diikuti 50.515 SMP dengan jumlah peserta UN mencapai 3.773.372 siswa SMP. Pengamanan naskah UN seperti di Bangka Belitung juga dilakukan Dinas Pendidikan Kalimantan Selatan (Kalsel). Kepala Bidang Bina SMP Disdik Kalsel Hasirul menjelaskan pengiriman naskah soal dilakukan serempak ke kabupaten/kota kemudian disimpan di markas polisi, sehingga dokumen negara aman dan terjaga kerahasiannya.

''Semuanya disimpan di kantor polisi agar keamanan dan kerahasiaannya terjaga, hingga pelaksanaan UN,'' tegas Hasirul di Banjarbaru. Pihaknya pun menjamin keamanan soal UN hingga tempat tujuan, lantaran ada pengawalan oleh personel kepolisian hingga markas polisi dan soal itu disimpan di ruangan khusus. ''Setiap mobil dikawal satu polisi agar keamanan soal UN terjamin hingga tiba di markas kepolisian,'' tambah Koordinator Pengamanan AKP I Ketut Sadra. Peserta UN SMP di Kalsel sendiri diikuti 63.037 siswa, terdiri dari 57.565 siswa SMP/MTs, 5.423 siswa paket B dan 49 peserta SMP Luar Biasa. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud Nizam menegaskan dirinya tidak mau kecolongan lagi seperti adanya bocoran sejumlah paket soal UN untuk SMA, di internet baru-baru ini. ''Kami bekerja sama Bareskrim Mabes Polri untuk memperketat pengawasan soal UN SMP, terutama di percetakan-percetakan,'' tukas dia.

Berdayakan pengawas
Di Jakarta, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto menyatakan soal UN mulai didistribusikan dari dinas ke rayon dan subrayon pada Sabtu (2/5) mendatang. UN SMP di Jakarta kali ini diikuti oleh 1.323 sekolah dengan jumlah peserta 144.175 siswa. ''Kami mengimbau pada seluruh siswa, meskipun UN tidak lagi menentukan kelulusan, kejujuran dan prestasi tetap diutamakan. Karena itu, belajar dengan sungguh-sungguh,'' imbau Sopan. Saat disinggung antisipasi kebocoran soal UN, dia menegaskan, pihaknya juga bakal memberdayakan para pengawas ruang, serta peran Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). ''Kami ingin UN SMP dapat berlangsung jujur,'' tukasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya