Indonesia Dinilai Tidak Siap Terapkan Herd Immunity

Thomas Harming Suwarta
24/5/2020 19:34
Indonesia Dinilai Tidak Siap Terapkan Herd Immunity
Ilustrasi covid-19 yang sampai saat ini belum ditemukan vaksinnya.(AFP/Joel Saget)

SIKAP masyarakat Indonesia yang mulai tidak disiplin dan masa bodoh terhadap upaya pengendalian covid-19, dinilai tidak tepat. Seakan-akan menyerahkan pandemi pada seleksi alam, atau biasa disebut dengan herd immunity.

Indonesia dianggap belum siap untuk menerapkan herd immunity. Bukan hanya perilaku masyarakat yang tidak disiplin, namun juga luas wilayah dan belum meratanya fasilitas kesehatan. Selain itu, masih ada kesenjangan kesadaran pola hidup sehat di tengah masyarakat.

Baca juga: Terus Bertambah, Pasien Covid-19 yang Sembuh Capai 5.402 Orang

"Herd Immunity itu kan imunitas dalam tingkat populasi. Itu terbentuk dari individu-individu, bisa dibuat dari vaksin. Tetapi kita harus tahu dulu seberapa besar populasi yang sudah terinfeksi,” ujar dokter spesialis paru dari RS Angkatan Udara, Flora Eka Sari, dalam Journalist on duty Media Indonesia, Minggu (24/5).

“Nah apakah data-data ini sudah tersedia secara baik? Belum lagi, kita bicara soal tingkat kesadaran. Nanti yang akan bertahan adalah kelompok yang sadar menjaga kesehatannya, pola hidupnya baik, secara genetis bagus kualitasnya, tetapi berbahaya buat masyarakat yang hidup berdempet-dempetan,” pungkas Flora.

Menurutnya, covid-19 sangat berbeda dengan virus lain. Ditambah lagi, 80% orang yang terinfeksi adalah Orang Tanpa Gejala (OTG). Pada saat yang sama, virus ini mempunyai daya penularan yang sangat cepat.

Baca juga: Sudah Dilarang, Warga Masih Berziarah Saat Lebaran

"Saya rasa informasi soal risiko penularan dan infeksi tidak sampai kepada nasyarakat secara baik dan jelas. Bahwa virus ini baru, bahkan WHO masih belum mampu menentukan jelas sifatnya. Siklusnya yang mungkin bisa berubah lagi beberapa tahun ke depan," lanjutnya.

Selain tetap disiplin mentaati aturan PSBB, masyarakat juga harus saling menjaga. Dia pun meminta masyarakat tetap mengonsumsi makanan bernutrisi. Tak lupa, dia juga menganjurkan masyarakat untuk mengonsumsi herbal, seperti jahe, kunyit dan temulawak, yang meski tidak bisa membunuh virus, namun meningkatkan daya tahan tubuh.

Editor senior Media Indonesia, Sabam Sinaga, mengingatkan masyarakat agar tidak putus asa dalam melawan pandemi covid-19. "Indonesia jangan terserah, tetapi Indonesia pantang menyerah. Semoga dengan semangat Idulfitri, kita terus dimampukan melawan pandemi," kata Sabam.(OL-11)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya