Anggun C Sasmi Serba-serbi Lockdown di Prancis

Bagus Pradana
11/5/2020 03:15
Anggun C Sasmi Serba-serbi Lockdown di Prancis
Penyanyi Anggun C Sasmi(AFP)

BEBERAPA hari sebelum pemerintah Prancis menerapkan kebijakan lockdown untuk meminimalisasi penyebaran covid-19 (virus korona), penyanyi Anggun C Sasmi, 46, sedang berlibur di Normandy. Kira-kira berkendara sejam dari Kota Paris, Ibu Kota Prancis.

Anggun mengaku sangat beruntung karena dia sekeluarga sedang tidak berada di Paris saat kebijakan itu ditetapkan. Pelantun tembang  Mimpi ini menuturkan kondisi beberapa kota di Prancis  berubah menjadi kota tak berpenghuni saat lockdown benar-benar diterapkan pemerintah.

“Teman-teman gue di Paris itu banyak yang bilang, ‘Aduh lockdown itu kayak ghost spawn gitu, semua tempat ditutup, enggak ada yang buka’. Di Prancis itu kan kalau kita mau belanja atau keluar rumah, harus bikin kayak statement (pernyataan/surat keterangan). Soalnya, kan kalau diperiksa polisi, harus jelas alasannya kenapa kita meninggalkan rumah,” ungkap Anggun kepada koreografer fesyen, Panca Makmun, dalam obrolan daring yang bertajuk #Conversationwith-PancaMakmun di Youtube, Sabtu (9/5).

Anggun juga mengungkapkan pemerintah Prancis sangat tegas menerapkan sanksi bagi mereka yang melanggar kebijakan tersebut.
“Jadi, kalau misalnya kita mau keluar rumah buat joging di sekitar rumah atau di jalan, itu harus bawa surat. Kalau kita enggak bawa lalu diperiksa polisi, itu bakal didenda 135 euro. Itu kalau dendanya sekali ya. Kalau sudah empat kali, kita bisa dimasukkin penjara,” papar peraih World Music Award 2014 ini.


Perkembangan berita

Selama berdiam di tempat peristirahatannya di Normandy, Anggun mengaku tetap mengikuti perkembangan berita di berbagai belahan dunia melalui internet. Bukan hanya yang serius, melainkan beberapa berita ‘intermezo’ dari negara-negara lain yang menurutnya menarik pun kadang ia baca untuk memperbarui informasi perkembangan penanganan pandemi global ini.

“Setiap koran atau berita online di sini kan pasti ngomongin korona ya, tapi banyak juga yang ngomongin tentang lucu-lucuannya korona di negara lain. Eh, ada berita dari Indonesia orang yang enggak mau dikarantina. Kalau ketangkep, itu dimasukkin di rumah angker. Aduh gue senang banget,” ujar Anggun tertawa. Setiap warga negara, kata Anggun, memang harus mematuhi aturan atau kebijakan yang diterapkan pemerintah negara masing-masing. Hal itu, kata dia, untuk kepentingan bersama guna memutus rantai penyebaran virus korona. (M-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya