Distribusi Naskah UN SMP Diklaim Tuntas

MI/Syarief Oebaidillah
27/4/2015 00:00
Distribusi Naskah UN SMP Diklaim Tuntas
(ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan proses pencetakan dan distribusi naskah soal ujian nasional (UN) 2015 untuk tingkat SMP sederajat sudah tuntas. "Pencetakan naskah sudah rampung 100%. Naskah juga sudah terkirim sampai ke provinsi terjauh dan daerah-daerah pelosok," ujar Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud, Nizam, saat dihubungi kemarin. Kesiapan pihak penyelenggara rupanya juga diikuti oleh para peserta. Menurut Nizam, semua sekolah negeri dan swasta di jenjang menengah pertama ini sudah siap melaksanakan UN. Mereka pun sudah berlatih kisi-kisi soal dan infrastruktur di SMP yang akan mengikuti UN berbasis komputer juga sudah siap.

UN SMP 2015 sendiri akan digelar serentak mulai 4-7 Mei mendatang. Ujian tersebut diikuti 50.515 SMP dengan total siswa peserta UN tahun ini mencapai 3.773.372 siswa SMP. Sama seperti UN SMA, UN SMP juga akan ada yang dilakukan dengan berbasis komputer (computer based test/CBT). UN model itu akan diikuti oleh 40 SMP, antara lain, SMP Penabur Jakarta, SMP 1 Palembang, SMP Cahaya Bangsa Bandung, SMP Islam Nurul Fikri Bandung, SMP 1 Surakarta, SMPN 4 Tangerang Selatan, juga termasuk SMP Sekolah Indonesia Singapura dan SMP Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.

Cegah kebocoran
Agar tidak terjadi kebocoran naskah soal seperti yang terjadi pada pelaksanaan UN 2015 tingkat SMA kemarin, Nizam menegaskan, pada pelaksanaan kali ini, bentuk pengawasannya akan diperketat. Bahkan Kemendikbud sudah menjalin kerja sama dengan Bareskrim Mabes Polri dalam mengamankan naskah percetakan soal UN SMP. "Intinya kita tidak mau kejadian kemarin, yaitu naskah diunggah di Google, terulang kembali." Sebelumnya, Mendikbud Anies Baswedan juga sudah memanggil sejumlah SMP sebelum UN berlangsung agar tidak melakukan kecurangan.

Sementara itu, terkait kebocoran naskah UN tingkat SMA kemarin, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Furqon, menjelaskan, analisis kebocoran UN SMA di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) masih belum selesai. Selain di NAD, dia mengaku proses penyidikan kebocoran di daerah lain masih dalam pendataan. Kendati masih dilakukan proses penyidikan untuk mencari pelaku pembocoran, pihak Kemendikbud berjanji akan menyerahkan hasil UN tepat waktu , yakni 2 Mei 2015, "Kita tetap serahkan hasil UN ke panitia seleksi nasional masuk perguruan tinggi atau SNMPTN dan Majelis Rektor PTN pada 2 Mei mendatang," kata Furqon.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya