Tarawih di Rumah Pahalanya 70 Kali Lipat

Lina Herlina
27/4/2020 10:10
Tarawih di Rumah Pahalanya 70 Kali Lipat
Imam Besar Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Sulawesi Selatan, DR KH Muammar Bakry (kanan)(Mi/Lina Herlina)

PANDEMI covid-19 membuat semua orang semua orang harus beraktivitas di rumah masing-masing. Termasuk semua ibadah selama Ramadan, yang dulu sering dilaksanakan di masjid, sekarang dilaksanakan di rumah, tidak boleh ada yang berkumpul.

Imam Besar Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Sulawesi Selatan, DR KH Muammar Bakry dalam sebuah dialog bersama Moderasi Islam menjelang berbuka puasa mengatakan karena sekarang pemerintah menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) ia pun melakukan PSBB versi lain di rumah, yaitu Perbincangan Santai seBelum Berbuka Ramadan.

"Jadi memang dianjurkan semua di rumah saja. Skalanya besar, buka puasa, salat wajib, salat sunnah, semua di rumah saja. Meski Ramadan ini bulan kesembilan tahun hijriah, bulan utama dan mulia dibanding bulan lainnya, tapi karena pandemi ini, bulan ini menjadi bulan introspeksi. Kita introspeksi diri dari rumah," seru KH Muammar Bakry.

Baca juga: Curhat Perawat RS Wisma Atlet yang Rindu Keluarga

Dosen Fiqih Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar itu juga mengatakan ada beberapa orang yang bertanya, terkait puasa dan tarawih itu satu paket selama Ramadan. Bagaimana dengan kondisi sekarang yang, ibadah hanya bisa di rumah, tidak bisa di masjid. Bagaimana kemuliaannya?

Ia pun menjawab, jika memang selama ini salat berjamaah itu lebih mulia dan afdal dilakukan di masjid.

"Untuk sekarang ini, tarawih itu kan sunnah. Semua yang sunnah, jika dilakukan sendiri-sendiri itu pahalanya 70 kali lipat. Jika wajib memang lebih afdal dilakukan bersama," jelas Wakil Rektor IV Universitas Islam (UIM) Makassar ini.

"Berkaitan dengan pandemi korona sekarang ini, sesungguhnya ibadah sunnah itu, lebih afdal dilakukan di rumah saja, seperti tarawih. Kalaupun selama ini dilakukan di masjid, karena mungkin ada yang sulit melakukan di rumah karena hapalan surah dalam Alqurannya terbatas," sambung KH Muammar Bakry.

Ia juga mengungkapkan, jika dahulu, Nabi juga lebih banyak melajukan ibadah di rumah. Tapi sahabat-sahabat beliau menginisiasi dilakukan untuk alasan siar, maka dilakukanlah di masjid.

"Dan karena sekarang kondisinya ada pandemi, lebih afdal di rumah. Pahalanya juga berlipat ganda," tutup KH Muammar Bakry. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya